JIPS - Jakarta International Pet Show

JIPS PRESS & MEDIA

NEWS & MEDIA

Dapatkan kabar terkini, siaran pers resmi, serta liputan media seputar Jakarta International Pet Show (JIPS)!

Mengapa Harus Rutin Ajak Hewan Peliharaan Jalan-Jalan? Kenali Manfaatnya Berikut
article
24 Sep 2026

Mengapa Harus Rutin Ajak Hewan Peliharaan Jalan-Jalan? Kenali Manfaatnya Berikut

PR PANTURA - Mengajak hewan peliharaan untuk berjalan-jalan merupakan langkah yang tepat untuk mengatasi stres. Kegiatan tersebut tak hanya menyenangkan tetapi juga mendukung kesehatan tubuh lebih optimal melalui aktivitas fisik. Selain itu, aktivitas fisik juga menyehatkan hewan peliharaan karena membantu mereka dalam menjaga berat badan.Otot dan tulang hewan peliharaan bisa menjadi lebih kuat sehingga memperpanjang masa hidupnya untuk menemani pemelihara. Udara yang segar juga sangat baik untuk hewan peliharaan supaya tidak mudah stres dan menstimulasi pikiran mereka melalui berbagai bau. Momen berjalan-jalan menjadi kegiatan untuk mempererat ikatan batin antara hewan peliharaan dengan pemiliknya.Hewan akan meningkatkan kepercayaannya seiring berjalannya waktu saat diajak untuk berinteraksi langsung dengan pemiliknya. Adapun bertemu hewan lain juga membantu meningkatkan kemampuan sosialisasi mereka dan belajar untuk berinteraksi dengan lingkungan secara tenang. Jangan lupa untuk memakaikan hewan peliharaan dengan tali penuntun untuk menjaga keamanan dan bawa juga air minum untuk mereka supaya tidak dehidrasi.Oleh karena itu, mulai sekarang buatkan jadwal untuk bermain bersama hewan peliharaan dengan melakukan berbagai aktivitas fisik bersama. Tak hanya bermanfaat untuk pemiliknya tetapi juga bermanfaat untuk hewan peliharaan dalam jangka panjang.Artikel Selengkapnya: Pikiran Rakyat

Baca Artikel ➔
Trik Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dengan Sapu, Solusi Praktis tanpa Vacuum
article
21 Sep 2026

Trik Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dengan Sapu, Solusi Praktis tanpa Vacuum

Liputan6.com, Jakarta - Memelihara kucing atau anjing di rumah memang menyenangkan, tetapi bulu yang rontok bisa menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Baru saja lantai disapu, beberapa helai bulu terkadang masih terlihat menempel di sudut ruangan, berkumpul di bawah furnitur, atau justru ikut terseret tanpa benar-benar masuk ke pengki. Bulu yang ringan juga mudah menempel pada bulu sapu sehingga membersihkan lantai terasa lebih lama.Untuk mengatasinya, ada trik membersihkan bulu hewan peliharaan dengan sapu yang bisa dicoba menggunakan barang sederhana di rumah, yaitu kantong plastik bersih. Alih-alih langsung menyapukan bulu sapu ke lantai, bagian kepala sapu dibungkus plastik sehingga permukaannya dapat membantu menangkap bulu, rambut, serat kain, dan debu ringan sekaligus mengurangi kotoran yang tersangkut di sela-sela sapu. Berikut penjelasan selengkapnya yang telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (18/9).Mengapa Bulu Hewan Peliharaan Sulit Dikumpulkan dengan Sapu Biasa?Bulu kucing maupun anjing memiliki karakter yang berbeda dari remah makanan, pasir, atau kotoran berukuran lebih besar. Bobotnya yang sangat ringan membuat bulu mudah bergeser ketika terkena gerakan udara saat sapu digerakkan. Alih-alih langsung berkumpul menjadi satu tumpukan, sebagian bulu justru dapat berpindah ke sisi lain, masuk ke bawah meja, atau menempel kembali pada permukaan lantai.Masalah lainnya adalah bulu panjang dan rambut mudah tersangkut pada sela-sela bulu sapu. Semakin sering digunakan, kepala sapu akhirnya dipenuhi rambut yang melilit sehingga perlu dibersihkan dengan tangan sebelum dipakai kembali. Kondisi ini biasanya semakin terasa di kamar tidur, ruang keluarga, area sekitar kandang atau tempat tidur hewan, hingga sudut yang jarang terjangkau alat penyedot debu.Bulu hewan juga kerap bercampur dengan debu halus dan serat kain. Campuran tersebut dapat membentuk gumpalan tipis yang bersembunyi di sepanjang pinggir dinding, kaki meja, bawah sofa, atau lemari. Karena itulah, mengubah permukaan sapu yang bersentuhan langsung dengan lantai dapat menjadi salah satu trik sederhana untuk membuat proses mengumpulkan kotoran ringan lebih praktis.Trik Membersihkan Bulu Hewan Peliharaan dengan Kantong Plastik pada SapuTriknya cukup sederhana, yaitu membungkus bagian kepala sapu menggunakan kantong plastik yang bersih dan kering. Plastik sebaiknya berukuran cukup besar untuk menutupi seluruh bagian bulu sapu tanpa ditarik terlalu kencang. Kantong belanja plastik tipis yang masih bersih dapat digunakan kembali sehingga tidak perlu mengambil plastik baru setiap kali ingin membersihkan rumah.Ketika plastik bergesekan dengan lantai, gesekan tersebut dapat menghasilkan muatan statis kecil. Efek ini dapat membantu menarik material yang ringan seperti bulu hewan, rambut, serat, dan sebagian debu agar lebih mudah menempel atau berkumpul di sekitar permukaan plastik daripada terus beterbangan atau tersangkut jauh di dalam bulu sapu. Hasilnya dapat berbeda tergantung kelembapan udara, jenis lantai, hingga kondisi kotoran yang sedang dibersihkan.Lapisan plastik juga berfungsi sebagai penghalang antara kotoran dan bulu sapu. Rambut panjang dan bulu hewan tidak langsung melilit di sela-sela kepala sapu sehingga proses membersihkan sapu setelah digunakan dapat menjadi lebih mudah. Trik ini paling cocok dipandang sebagai cara praktis untuk pembersihan ringan, bukan pengganti penyedot debu atau alat pembersih lantai lainnya.Cara Memasang Kantong Plastik pada Sapu dengan BenarPemasangan yang tepat membantu plastik tetap berada pada posisinya saat sapu digerakkan. Jangan memasangnya terlalu longgar karena plastik dapat menggulung, tersangkut, atau terlepas ketika bergesekan dengan lantai.Bersihkan kepala sapu terlebih dahulu. Singkirkan pasir, rambut lama, kerikil kecil, atau kotoran keras yang masih tersangkut pada bulu sapu. Langkah ini membantu mencegah benda kasar terperangkap di bawah plastik dan ikut bergesekan dengan lantai.Pilih kantong plastik yang bersih dan kering. Gunakan plastik yang cukup besar untuk menutupi seluruh kepala sapu. Plastik bekas belanja dapat dipakai selama tidak berminyak, basah, berlubang, atau memiliki kotoran yang dapat berpindah ke lantai.Masukkan kepala sapu ke dalam kantong plastik. Tarik plastik sampai seluruh bulu sapu tertutup. Tidak perlu meregangkannya terlalu kencang karena sedikit kelonggaran tetap dibutuhkan agar sapu dapat bergerak dengan nyaman.Kencangkan bagian atas plastik. Gunakan pegangan kantong, simpul longgar, atau pengikat yang dapat digunakan kembali untuk menahan plastik di dekat pangkal kepala sapu. Pastikan plastik tidak mudah bergeser ketika sapu didorong.Sapu dengan gerakan perlahan dan terarah. Hindari menggerakkan sapu terlalu cepat. Gerakan perlahan menuju satu arah lebih membantu mengumpulkan bulu dibandingkan menyapu bolak-balik secara agresif yang justru dapat membuat bulu berpindah-pindah.Lepaskan plastik secara perlahan setelah selesai. Setelah bulu terkumpul, lepaskan plastik dengan hati-hati agar kotoran tidak kembali jatuh. Jika memungkinkan, balik kantong dari dalam ke luar untuk menahan bulu dan debu yang sudah terkumpul sebelum dibuang atau dibersihkan.Area Rumah yang Cocok Dibersihkan dengan Trik IniTrik sapu berlapis plastik paling berguna pada permukaan kering yang dipenuhi kotoran ringan. Salah satu tempat yang bisa dicoba adalah bagian bawah tempat tidur, sofa, atau lemari rendah. Area sempit semacam ini sering menjadi lokasi berkumpulnya bulu hewan karena aliran udara secara perlahan mendorong bulu menuju ruang yang jarang tersentuh saat membersihkan rumah.Bagian pinggir dinding dan sekitar kaki furnitur juga patut diperhatikan. Bulu kucing maupun anjing sering membentuk gumpalan tipis di sepanjang lis lantai atau sudut ruangan. Dorong sapu perlahan dari area tersebut menuju ruang yang lebih terbuka, kemudian kumpulkan seluruh kotoran menjadi satu tumpukan agar lebih mudah diambil menggunakan pengki.Area sekitar tempat tidur hewan dan tempat makannya juga dapat dibersihkan menggunakan cara serupa selama lantainya kering. Untuk kamar mandi, trik ini bisa dimanfaatkan untuk mengangkat rambut yang tertinggal pada lantai kering sebelum lantai dicuci. Hindari menggunakannya jika permukaan masih basah karena metode ini memang lebih ditujukan untuk bulu, rambut, serat, dan debu kering.Jangan Gunakan Trik Sapu Plastik untuk Semua Jenis KotoranMeskipun praktis, kantong plastik pada sapu bukan alat serbaguna untuk seluruh pekerjaan membersihkan lantai. Trik ini kurang cocok digunakan untuk tumpahan minuman, minyak, lumpur, noda lengket, atau bulu hewan yang sudah basah. Permukaan semacam itu lebih tepat ditangani menggunakan kain penyerap, pel, atau produk pembersih yang sesuai dengan jenis lantai.Kotoran berat seperti pasir dalam jumlah banyak, kerikil, remah makanan besar, atau material keras juga lebih mudah ditangani menggunakan sapu biasa dan pengki. Jika benda keras masuk di antara plastik dan lantai, benda tersebut dapat ikut terseret selama proses menyapu dan berpotensi meninggalkan goresan pada permukaan yang sensitif.Untuk karpet atau permadani, hasilnya juga belum tentu sama seperti pada lantai keras dan halus. Bulu hewan yang masuk di antara serat karpet biasanya memerlukan alat yang mampu menjangkau lebih dalam, seperti vacuum cleaner atau alat berbahan karet yang dirancang untuk menarik bulu. Trik kantong plastik lebih cocok sebagai solusi cepat untuk permukaan lantai yang relatif rata.Perhatikan Jenis Lantai Sebelum MencobanyaLantai keramik, vinil yang tertutup dengan baik, dan permukaan keras serta halus biasanya menjadi tempat yang paling mudah untuk mencoba trik ini. Tetap pastikan kepala sapu serta kantong plastik bebas dari pasir atau benda tajam sebelum mulai menyapu. Meski plastik terlihat lembut, kotoran keras yang terperangkap di bawahnya tetap dapat bergesekan langsung dengan lantai.Perhatian lebih besar diperlukan pada lantai kayu, permukaan dengan finishing lembut, serta beberapa jenis laminasi yang lebih rentan terhadap goresan. Sebelum membersihkan seluruh ruangan, cobalah pada area kecil yang tidak terlalu terlihat. Hentikan penggunaannya apabila plastik terasa menyeret kuat, menggulung, atau terdapat partikel keras di bawahnya.Jangan menekan sapu terlalu kuat ketika membersihkan bulu. Tekanan berlebihan tidak membuat muatan statis menjadi jauh lebih efektif, tetapi justru dapat mendorong partikel keras semakin kuat ke permukaan lantai. Gerakan ringan, perlahan, dan terarah sudah lebih sesuai untuk tujuan mengumpulkan bulu serta debu ringan.Pertanyaan dan Jawaban Seputar Trik Membersihkan Bulu Hewan PeliharaanApakah kantong plastik benar-benar bisa membantu mengambil bulu kucing dan anjing? Bisa membantu terutama pada bulu kering dan ringan di permukaan lantai halus, tetapi hasilnya dapat berbeda tergantung jenis lantai, kelembapan, dan jumlah bulu.Apakah trik ini bisa digunakan untuk membersihkan rambut manusia? Bisa. Rambut dan serat ringan juga dapat lebih mudah terkumpul dan tidak langsung melilit pada bulu sapu.Bolehkah menggunakan kantong plastik pada lantai kayu? Sebaiknya berhati-hati dan uji terlebih dahulu pada area kecil. Pastikan tidak ada pasir atau benda keras yang terperangkap karena dapat menggores permukaan.Apakah sapu berlapis plastik dapat menggantikan vacuum cleaner? Tidak sepenuhnya. Cara ini lebih cocok untuk pembersihan ringan pada lantai, sedangkan vacuum cleaner lebih efektif untuk karpet, celah, dan bulu yang menempel kuat.Mengapa bulu hewan masih bertebaran saat disapu? Gerakan sapu yang terlalu cepat dapat mendorong bulu ringan menjauh. Cobalah menyapu perlahan dalam satu arah menuju area terbuka.Artikel Selengkapnya: Liputan6

Baca Artikel ➔
Hamster, Hewan Peliharaan yang Mungil dan Menggemaskan
article
17 Sep 2026

Hamster, Hewan Peliharaan yang Mungil dan Menggemaskan

RRI.CO.ID, Semarang – Hamster merupakan salah satu hewan yang banyak dipelihara masyarakat karena cara perawatannya yang cukup mudah. Tingkah lakunya yang aktif dan menggemaskan seringkali menjadi hiburan tersendiri bagi pemiliknya.Hamster mempunyai tubuh yang mungil dengan bulu lembut sehingga membuat banyak orang tertarik untuk memelihara hewan ini di rumah. Hamster juga memiliki berbagai macam warna bulu yang cantik mulai dari warna putih, cokelat, hingga abu-abu.Hamster termasuk hewan mamalia nokturnal yang lebih aktif bergerak dan mencari makan saat malam hari. Sedangkan, pada siang hari hamster biasanya lebih sering beristirahat di dalam kandang atau bersembunyi di tempat yang nyaman.Cara memelihara hamster cukup sederhana, mulai dari menjaga kebersihan kandang hamster agar hamster tetap nyaman dan kesehatannya terjaga. Lingkungan yang bersih dan nyaman dapat mengurangi resiko penyakit serta membuat hamster tetap sehat dan aktif bergerak.Selain kebersihan kandang, kita juga harus memperhatikan makanan dan minuman yang bersih dan bergizi untuk hamster. Makanan hamster dapat berupa biji-bijian, sayuran segar, atau beberapa buah yang dapat dengan mudah kita temukan.Agar lebih dekat dengan hamster peliharannya, pemilik juga perlu melakukan interaksi secara rutin. Memperlakukan hamster dengan lembut dan interaktif dapat membuat hubungan antara pemilik dan hewan peliharaannya semakin dekat dan harmonis.Memelihara hamster juga dapat melatih rasa tanggung jawab, terutama bagi pecinta hewan atau pemula yang ingin belajar merawat hewan peliharaan. Aktivitas merawat hewan peliharaan juga dapat membantu mengurangi stres dari rutinitas sehari-hari.Artikel Selengkapnya: RRI.co.id

Baca Artikel ➔
Ngobrol dengan Hewan Peliharaan Itu Normal Kok! Ini Kata Studi
article
14 Sep 2026

Ngobrol dengan Hewan Peliharaan Itu Normal Kok! Ini Kata Studi

Jakarta, CNN Indonesia -- Sering ngobrol panjang dengan kucing atau anjing di rumah? Padahal mereka tidak akan menjawab atau mungkin hanya mengeong atau menggonggong. Meski terlihat kurang waras tapi ternyata ini hal normal.Meski hanya komunikasi satu arah, pemilik anabul tetap saja mencoba mengobrol dengan hewan peliharaannya. Mulai dari curhat soal pekerjaan, bertanya kenapa mereka belum makan, sampai memanggil dengan suara yang dibuat lebih tinggi.Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa manusia memang memiliki kecenderungan memperlakukan hewan sebagai bagian dari lingkungan sosialnya. Kalau kamu sering mengajak hewan peliharaan berbicara seperti teman sendiri, sebenarnya tidak perlu merasa aneh.Penelitian dari University of Arizona menemukan sekitar 10 persen percakapan manusia yang terekam secara acak ditujukan kepada anjing atau kucing.Temuan tersebut berasal dari penelitian yang menggunakan Electronically Activated Recorder (EAR), perangkat yang merekam potongan suara secara acak ketika peserta menjalani aktivitas sehari-hari.Cara bicaranya juga beragam, ada yang mengajak hewan peliharaan mengobrol seperti manusia biasa. Ada pula yang langsung menggunakan suara bernada tinggi, panggilan-panggilan menggemaskan, hingga menyebut dirinya sebagai "mama" atau "papa" si hewan.Kebiasaan tersebut dikenal sebagai bagian dari anthropomorphism, yakni kecenderungan manusia memberikan karakteristik, emosi, atau maksud seperti manusia kepada makhluk nonmanusia.Kenapa manusia suka mengajak hewan ngobrol?Melansir studi dari Frontiers in Psychology, hewan dalam interaksi sehari-hari dapat mengambil posisi yang biasanya ditempati manusia sebagai lawan bicara. Ketika seseorang berbicara kepada kucing atau anjingnya, ia tidak selalu menganggap hewan tersebut benar-benar mampu berkomunikasi dengan cara yang sama seperti manusia.Ada proses sosial yang terjadi. Hewan peliharaan sudah menjadi bagian dari lingkungan sosial seseorang sehingga manusia secara alami dapat memperlakukannya sebagai teman berinteraksi.Hal ini juga berkaitan dengan kedekatan emosional. Mengutip jurnal Animals tentang human-animal bond, ada tiga hal yang banyak muncul dalam hubungan manusia dan hewan, yakni empati, keterikatan (attachment), dan anthropomorphism. Berbicara dengan hewan pun dapat menjadi salah satu cara manusia mengekspresikan perhatian dan membangun interaksi dengan hewan peliharaannya.Secara ilmiah, kebiasaan itu justru bisa dipahami sebagai bagian dari cara manusia membangun hubungan sosial dengan hewan yang sudah dianggap sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.Artikel Selengkapnya: CNN Indonesia

Baca Artikel ➔
  Jakarta International Pet Show (JIPS) 2027 Siap Kembali Bawa Pengalaman Pet Exhibition yang Lebih Interaktif
press-release
11 Sep 2026

Jakarta International Pet Show (JIPS) 2027 Siap Kembali Bawa Pengalaman Pet Exhibition yang Lebih Interaktif

Jakarta, 11 September 2026 – Sukses diselenggarakan tahun ini, Jakarta International Pet Show (JIPS) akan kembali hadir pada 2–4 Juli 2027 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2. Pameran yang diselenggarakan oleh PT Mavic Dyandra Internasional ini mengusung tema “The Pet Experience”. JIPS 2027 hadir sebagai destinasi pet exhibition yang menawarkan pengalaman lebih interaktif bagi para pencinta hewan peliharaan sekaligus mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem industri pet care di Indonesia.Penyelenggaraan JIPS 2026 berhasil mencatatkan 24.387 pengunjung dan 120 exhibitors. Kesuksesan ini menjadi landasan untuk menghadirkan kembali JIPS pada tahun depan, yang tidak hanya menghadirkan beragam produk dan kebutuhan hewan peliharaan, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang memungkinkan pengunjung untuk mengenal lebih dekat karakter, kebutuhan, komunitas, hingga keunikan dari berbagai jenis hewan. Mulai dari anjing, kucing, kelinci, burung, ikan, reptil, hingga hewan eksotis, seluruhnya akan menjadi bagian dari pengalaman yang dihadirkan dalam satu pameran.Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan bahwa penyelenggaraan JIPS 2027 merupakan bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan JIPS sebagai destinasi yang dapat memberikan pengalaman lebih interaktif sekaligus mempertemukan berbagai elemen dalam ekosistem hewan peliharaan.“Industri pet care di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, seiring meningkatnya pet enthusiast dan tingginya minat masyarakat terhadap pet care. Sebagai penyelenggara dan melalui JIPS ini, kami ingin mempertemukan pecinta hewan peliharaan dengan para pelaku usaha, produsen, dan penyedia layanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung,” ujar Daswar.Melalui tema “The Pet Experience”, JIPS 2027 menggabungkan unsur edukasi, hiburan, kompetisi, komunitas, serta berbagai aktivitas interaktif. Konsep ini dirancang agar pengunjung tidak hanya datang untuk berbelanja, tetapi juga dapat memperoleh pengetahuan, berinteraksi dengan sesama Pet Lovers, serta menikmati keberagaman dunia hewan dalam pengalaman yang lebih lengkap.Project Director JIPS 2027, Adhika Arthapaty, mengatakan bahwa tahun ini JIPS menghadirkan pengalaman yang lebih beragam dan interaktif bagi pengunjung, tidak hanya melalui kebutuhan hewan peliharaan, tetapi juga melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif yang dapat dinikmati oleh pet owners, komunitas, hingga keluarga.“Ke depannya, kami ingin JIPS terus tumbuh menjadi pameran hewan peliharaan yang semakin interaktif, dengan semakin banyak kolaborasi bersama komunitas dan pelaku industri di tahun-tahun mendatang. JIPS 2027 menjadi langkah lanjutan untuk memperluas jangkauan program serta menghadirkan pengalaman yang semakin dekat dengan Pet Lovers,” ujar Adhika.Dari sisi pengunjung, mereka juga merasakan bahwa penyelenggaraan JIPS menyediakan kebutuhan hewan peliharaan yang lengkap dan cocok untuk dihadiri oleh anak-anak. Hal ini disampaikan oleh pengunjung asal Tangerang, Faustin.  “JIPS ini venuenya besar dan lengkap untuk perlengkapan anabul buat anjing, kucing, sugar glider, reptil dan hewan-hewan eksotik juga banyak. JIPS ini juga sangat cocok untuk anak-anak karena banyak program edukasinya,” ujar Faustin.Ragam Program dan Kompetisi di JIPS 2027Beragam program akan dihadirkan untuk melengkapi pengalaman pengunjung selama penyelenggaraan JIPS 2027. Dari sisi edukasi, Talkshow akan menghadirkan para ahli, praktisi, dan komunitas untuk membahas berbagai topik seputar hewan peliharaan. Pengunjung juga dapat mengikuti Cooking Class yang memberikan pengalaman praktis dalam mengenal nutrisi, pemilihan bahan, hingga pembuatan makanan hewan peliharaan yang aman dan sesuai kebutuhan.Sementara itu, berbagai aktivitas interaktif akan menjadi bagian dari pengalaman JIPS 2027. JIPS Idol akan memberikan kesempatan bagi para pemilik hewan peliharaan untuk menampilkan pesona, karakter, dan keunikan hewan peliharaan mereka. Pengunjung juga dapat menyaksikan JIPS Parade yang menghadirkan beragam jenis hewan dalam satu pertunjukan yang menghibur sekaligus memperkenalkan keberagaman dunia pet. Tidak hanya itu, Community Gathering juga akan menjadi ruang bagi berbagai komunitas pencinta hewan untuk berkumpul, berbagi pengalaman, serta membangun koneksi dengan sesama Pet Lovers.Pengalaman JIPS 2027 juga akan semakin lengkap melalui berbagai program kompetisi. Mulai dari Ninja Dog Warrior yang  akan menghadirkan kompetisi obstacle course yang menguji kelincahan, kecepatan, fokus, serta kemampuan anjing bersama pemilik atau handler-nya. Sementara itu, Fun Dog Agility mengajak anjing dan pemiliknya menyelesaikan berbagai rintangan dalam aktivitas yang menyenangkan dan terbuka bagi berbagai ras serta ukuran anjing.Bagi pecinta burung, International Bird Show akan mempertemukan komunitas dan pecinta burung dari berbagai daerah maupun negara untuk mengenal lebih dekat beragam jenis dan karakteristik burung. Sementara itu, International Cat Show akan menghadirkan kompetisi dan pameran kucing bertaraf internasional yang mempertemukan berbagai ras kucing sekaligus menjadi ruang bagi Cat Lovers, breeder, dan komunitas untuk mengenal lebih jauh dunia kucing.JIPS 2027 juga menghadirkan Reptile Competition yang mempertemukan komunitas dan pencinta reptil untuk menampilkan berbagai jenis reptil serta memperkenalkan keberagaman dunia reptil kepada pengunjung.Melalui rangkaian program tersebut, JIPS 2027 diharapkan dapat menjadi ruang yang mempertemukan masyarakat, komunitas, serta berbagai pelaku dalam ekosistem hewan peliharaan dalam satu pengalaman yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.Nantikan informasi lebih lanjut mengenai rangkaian program dan perkembangan JIPS 2027 melalui akun Instagram resmi @jips_id dan website jakartainternationalpetshow.co.id.

Baca Artikel ➔
Kucing Bengal, Inilah Ciri Khas, Karakter, dan Cara Merawatnya
article
27 Jul 2026

Kucing Bengal, Inilah Ciri Khas, Karakter, dan Cara Merawatnya

Kucing Bengal selalu berhasil menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Pola bulunya yang unik menyerupai macan tutul, berpadu dengan postur atletis, menjadikannya salah satu ras kucing paling eksotis untuk dipelihara. Tak hanya memiliki tampilan yang menawan, kucing Bengal juga dikenal cerdas dan aktif, sehingga banyak digemari pecinta hewan peliharaan.Kucing Bengal merupakan hasil persilangan antara kucing domestik dan kucing leopard Asia (Prionailurus bengalensis). Dari perpaduan ini lahirlah si Bengal yang membawa motif bulu berbintik atau bermotif marmer yang khas, serta tubuh berotot dan enerjik. Meski sekilas tampak liar, kucing Bengal ternyata memiliki sifat asli ramah dan suka berinteraksi dengan manusia lho sehingga cocok untuk keluarga, pemilik kucing pemula, maupun pecinta kucing yang ingin pengalaman berbeda.Ciri Khas dan Karakteristik Kucing BengalKucing Bengal punya beberapa ciri unik yang membedakannya dari ras kucing lain, baik dari penampilan maupun perilakunya. Berikut beberapa di antaranya:Pola bulu khasKucing Bengal memiliki motif bulu yang sangat unik dan mencolok, yaitu spotted (berbintik) yang menyerupai tutul macan dan marbled yang membentuk pola acak, seperti guratan-guratan marmer.Selain itu, warna dasar bulunya sendiri juga sangat khas, mulai dari cokelat keemasan, krem, hingga perak yang tampak berkilau di bawah cahaya. Nah, karena keunikan warna dan motif bulunya inilah yang membuat kucing Bengal berbeda dari ras kucing lain.Tubuh atletisPostur tubuh kucing Bengal tergolong besar dan berotot, dengan struktur tubuh panjang dan kaki yang kuat. Saking besarnya, saat dewasa, berat badan kucing Bengal bahkan bisa mencapai 4–7 kg.Karakter fisik ini membuat Bengal tampak gagah, gesit, serta mampu melakukan lompatan tinggi dan gerakan lincah, berbeda dengan kucing rumahan pada umumnya.Sangat aktif dan cerdasKucing Bengal terkenal sangat energik. Sifat aktif ini bisa dilihat dari kebiasaannya menjelajah seluruh ruangan, memanjat, atau mengejar benda bergerak.Selain itu, kucing Bengal juga memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Mereka mudah belajar trik-trik sederhana, seperti membuka pintu atau mengambil mainan, sehingga interaksi dengan pemiliknya jadi lebih menyenangkan dan dinamis.Ramah tapi posesifKucing Bengal umumnya ramah dan suka berinteraksi dengan manusia, termasuk anak-anak. Namun, mereka bisa menunjukkan sifat dominan dan posesif terhadap sesuatu, misal area tertentu di rumah, mainan favorit, makanan, atau bahkan terhadap pemiliknya.Nah, sifat posesif ini kadang membuat mereka defensif bila ada orang asing atau hewan lain yang mencoba mendekati wilayah ataupun barang miliknya. Meski begitu, dengan sosialisasi dan pelatihan yang benar, sifat ini dapat dikendalikan tanpa menimbulkan masalah perilaku.Menyukai airTidak seperti kebanyakan kucing lain yang cenderung menghindari air, kucing Bengal justru sangat senang bermain air.Saking sukanya dengan air, banyak pemilik kucing Bengal yang menemukan kucingnya asyik bermain di wastafel, mengaduk air di mangkuk minum, atau bahkan mencoba masuk ke kamar mandi saat Anda sedang mandi.Minatnya terhadap air ini menjadi salah satu ciri unik kucing Bengal, sekaligus memudahkan saat ingin memandikan Bengal.Memiliki suara kerasKucing Bengal dikenal vokal dan ekspresif dalam berkomunikasi. Mereka sering mengeong dengan keras dan nyaring. Suara ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian, mengekspresikan keinginan, atau sekadar merespons interaksi dengan manusia. Tips Merawat Kucing Bengal di RumahJika kamu memiliki kucing Bengal atau tertarik untuk mengadopsinya, berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan agar kucing Bengal tetap sehat, bahagia, dan terhindar dari masalah perilaku:Sediakan ruang dan mainan interaktifKucing Bengal membutuhkan ruang gerak yang luas agar bisa menyalurkan energi dan rasa penasarannya. Jika tinggal di apartemen atau rumah kecil, pastikan ada akses ke beberapa area berbeda, seperti rak, tangga, atau pohon kucing untuk dipanjat.Selain itu, sediakan juga mainan interaktif, seperti bola, feather wand, hingga puzzle feeder. Pasalnya, jika aktivitasnya kurang, kucing Bengal bisa mudah bosan dan stres sehingga mainan-mainan seperti ini sangat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik kucing Bengal.Pilih makanan bergizi Asupan makanan sangat memengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh kucing Bengal. Oleh karena itu, pilihlah makanan kucing berkualitas dengan kandungan protein tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mereka yang aktif. Namun, pastikan Anda tetap menyesuaikan porsi dan jenis makanannya dengan usia serta aktivitas hariannya.Selain itu, jangan lupa sediakan air bersih yang cukup, karena kucing Bengal terkenal suka minum air. Hindari pemberian makanan manusia tanpa rekomendasi dokter hewan, karena bisa berbahaya untuk kesehatan kucing.Grooming rutinMeski bulu kucing Bengal pendek dan cenderung tidak mudah kusut, mereka tetap perlu disisir secara berkala, minimal 1–2 kali seminggu. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi bulu rontok dan mencegah penumpukan bulu mati di kulit.Dengan grooming, Anda juga bisa memeriksa apakah ada luka, tanda-tanda penyakit kulit, atau infestasi parasit di tubuh kucing. Selain itu, periksa dan bersihkan telinga, gigi, serta potong kuku kucing Bengal secara rutin agar kebersihan dan kesehatannya tetap terjaga.Cek rutin ke dokter hewanPemeriksaan ke dokter hewan sebaiknya dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun. Selain itu, jadwalkan vaksinasi, pemeriksaan cacing, serta deteksi dini penyakit infeksi, seperti flu kucing atau gangguan pencernaan. Dengan pemantauan rutin, masalah kesehatan dapat diatasi sejak dini sehingga kucing Bengal tetap aktif dan lincah.Sosialisasi dari kecilSosialisasi sangat penting agar kucing Bengal dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan rumah, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan lain.Untuk melakukannya, mulailah dari mengenalkan kucing Bengal pada berbagai situasi, suara, atau orang asing secara perlahan. Berikan pujian ketika kucing Bengal bersikap tenang dan responsif, agar tumbuh menjadi kucing yang ramah dan tidak mudah stres.Kucing Bengal umumnya tidak memiliki risiko genetik khusus yang membedakannya dari kucing domestik lain. Namun, perawatan yang kurang optimal bisa meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi saluran pencernaan, atau stres berlebihan yang memicu perilaku destruktif. Oleh sebab itu, kebutuhan fisik dan mental kucing Bengal wajib diperhatikan. Jika Anda sering meninggalkan rumah, pertimbangkan menyediakan mainan, atau memelihara sepasang kucing Bengal agar mereka tidak kesepian.Memelihara kucing Bengal adalah pengalaman istimewa yang mendatangkan keceriaan bagi seluruh keluarga. Dengan perawatan, stimulasi, dan kasih sayang yang tepat, kucing Bengal akan tumbuh sehat, bahagia, sekaligus menjadi teman bermain setia di rumah.Artikel Selengkapnya: Alodokter.com

Baca Artikel ➔