JIPS - Jakarta International Pet Show

JIPS PRESS & MEDIA

NEWS & MEDIA

Dapatkan kabar terkini, siaran pers resmi, serta liputan media seputar Jakarta International Pet Show (JIPS)!

Kucing Bengal, Inilah Ciri Khas, Karakter, dan Cara Merawatnya
press-release
27 Jul 2026

Kucing Bengal, Inilah Ciri Khas, Karakter, dan Cara Merawatnya

Kucing Bengal selalu berhasil menarik perhatian siapa pun yang melihatnya. Pola bulunya yang unik menyerupai macan tutul, berpadu dengan postur atletis, menjadikannya salah satu ras kucing paling eksotis untuk dipelihara. Tak hanya memiliki tampilan yang menawan, kucing Bengal juga dikenal cerdas dan aktif, sehingga banyak digemari pecinta hewan peliharaan.Kucing Bengal merupakan hasil persilangan antara kucing domestik dan kucing leopard Asia (Prionailurus bengalensis). Dari perpaduan ini lahirlah si Bengal yang membawa motif bulu berbintik atau bermotif marmer yang khas, serta tubuh berotot dan enerjik. Meski sekilas tampak liar, kucing Bengal ternyata memiliki sifat asli ramah dan suka berinteraksi dengan manusia lho sehingga cocok untuk keluarga, pemilik kucing pemula, maupun pecinta kucing yang ingin pengalaman berbeda.Ciri Khas dan Karakteristik Kucing BengalKucing Bengal punya beberapa ciri unik yang membedakannya dari ras kucing lain, baik dari penampilan maupun perilakunya. Berikut beberapa di antaranya:Pola bulu khasKucing Bengal memiliki motif bulu yang sangat unik dan mencolok, yaitu spotted (berbintik) yang menyerupai tutul macan dan marbled yang membentuk pola acak, seperti guratan-guratan marmer.Selain itu, warna dasar bulunya sendiri juga sangat khas, mulai dari cokelat keemasan, krem, hingga perak yang tampak berkilau di bawah cahaya. Nah, karena keunikan warna dan motif bulunya inilah yang membuat kucing Bengal berbeda dari ras kucing lain.Tubuh atletisPostur tubuh kucing Bengal tergolong besar dan berotot, dengan struktur tubuh panjang dan kaki yang kuat. Saking besarnya, saat dewasa, berat badan kucing Bengal bahkan bisa mencapai 4–7 kg.Karakter fisik ini membuat Bengal tampak gagah, gesit, serta mampu melakukan lompatan tinggi dan gerakan lincah, berbeda dengan kucing rumahan pada umumnya.Sangat aktif dan cerdasKucing Bengal terkenal sangat energik. Sifat aktif ini bisa dilihat dari kebiasaannya menjelajah seluruh ruangan, memanjat, atau mengejar benda bergerak.Selain itu, kucing Bengal juga memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Mereka mudah belajar trik-trik sederhana, seperti membuka pintu atau mengambil mainan, sehingga interaksi dengan pemiliknya jadi lebih menyenangkan dan dinamis.Ramah tapi posesifKucing Bengal umumnya ramah dan suka berinteraksi dengan manusia, termasuk anak-anak. Namun, mereka bisa menunjukkan sifat dominan dan posesif terhadap sesuatu, misal area tertentu di rumah, mainan favorit, makanan, atau bahkan terhadap pemiliknya.Nah, sifat posesif ini kadang membuat mereka defensif bila ada orang asing atau hewan lain yang mencoba mendekati wilayah ataupun barang miliknya. Meski begitu, dengan sosialisasi dan pelatihan yang benar, sifat ini dapat dikendalikan tanpa menimbulkan masalah perilaku.Menyukai airTidak seperti kebanyakan kucing lain yang cenderung menghindari air, kucing Bengal justru sangat senang bermain air.Saking sukanya dengan air, banyak pemilik kucing Bengal yang menemukan kucingnya asyik bermain di wastafel, mengaduk air di mangkuk minum, atau bahkan mencoba masuk ke kamar mandi saat Anda sedang mandi.Minatnya terhadap air ini menjadi salah satu ciri unik kucing Bengal, sekaligus memudahkan saat ingin memandikan Bengal.Memiliki suara kerasKucing Bengal dikenal vokal dan ekspresif dalam berkomunikasi. Mereka sering mengeong dengan keras dan nyaring. Suara ini biasanya digunakan untuk menarik perhatian, mengekspresikan keinginan, atau sekadar merespons interaksi dengan manusia. Tips Merawat Kucing Bengal di RumahJika kamu memiliki kucing Bengal atau tertarik untuk mengadopsinya, berikut adalah beberapa hal penting yang perlu Anda lakukan agar kucing Bengal tetap sehat, bahagia, dan terhindar dari masalah perilaku:Sediakan ruang dan mainan interaktifKucing Bengal membutuhkan ruang gerak yang luas agar bisa menyalurkan energi dan rasa penasarannya. Jika tinggal di apartemen atau rumah kecil, pastikan ada akses ke beberapa area berbeda, seperti rak, tangga, atau pohon kucing untuk dipanjat.Selain itu, sediakan juga mainan interaktif, seperti bola, feather wand, hingga puzzle feeder. Pasalnya, jika aktivitasnya kurang, kucing Bengal bisa mudah bosan dan stres sehingga mainan-mainan seperti ini sangat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik kucing Bengal.Pilih makanan bergizi Asupan makanan sangat memengaruhi kondisi fisik dan daya tahan tubuh kucing Bengal. Oleh karena itu, pilihlah makanan kucing berkualitas dengan kandungan protein tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mereka yang aktif. Namun, pastikan Anda tetap menyesuaikan porsi dan jenis makanannya dengan usia serta aktivitas hariannya.Selain itu, jangan lupa sediakan air bersih yang cukup, karena kucing Bengal terkenal suka minum air. Hindari pemberian makanan manusia tanpa rekomendasi dokter hewan, karena bisa berbahaya untuk kesehatan kucing.Grooming rutinMeski bulu kucing Bengal pendek dan cenderung tidak mudah kusut, mereka tetap perlu disisir secara berkala, minimal 1–2 kali seminggu. Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi bulu rontok dan mencegah penumpukan bulu mati di kulit.Dengan grooming, Anda juga bisa memeriksa apakah ada luka, tanda-tanda penyakit kulit, atau infestasi parasit di tubuh kucing. Selain itu, periksa dan bersihkan telinga, gigi, serta potong kuku kucing Bengal secara rutin agar kebersihan dan kesehatannya tetap terjaga.Cek rutin ke dokter hewanPemeriksaan ke dokter hewan sebaiknya dilakukan secara berkala, minimal satu kali dalam setahun. Selain itu, jadwalkan vaksinasi, pemeriksaan cacing, serta deteksi dini penyakit infeksi, seperti flu kucing atau gangguan pencernaan. Dengan pemantauan rutin, masalah kesehatan dapat diatasi sejak dini sehingga kucing Bengal tetap aktif dan lincah.Sosialisasi dari kecilSosialisasi sangat penting agar kucing Bengal dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan rumah, terutama jika Anda memiliki anak kecil atau hewan peliharaan lain.Untuk melakukannya, mulailah dari mengenalkan kucing Bengal pada berbagai situasi, suara, atau orang asing secara perlahan. Berikan pujian ketika kucing Bengal bersikap tenang dan responsif, agar tumbuh menjadi kucing yang ramah dan tidak mudah stres.Kucing Bengal umumnya tidak memiliki risiko genetik khusus yang membedakannya dari kucing domestik lain. Namun, perawatan yang kurang optimal bisa meningkatkan risiko penyakit kulit, infeksi saluran pencernaan, atau stres berlebihan yang memicu perilaku destruktif. Oleh sebab itu, kebutuhan fisik dan mental kucing Bengal wajib diperhatikan. Jika Anda sering meninggalkan rumah, pertimbangkan menyediakan mainan, atau memelihara sepasang kucing Bengal agar mereka tidak kesepian.Memelihara kucing Bengal adalah pengalaman istimewa yang mendatangkan keceriaan bagi seluruh keluarga. Dengan perawatan, stimulasi, dan kasih sayang yang tepat, kucing Bengal akan tumbuh sehat, bahagia, sekaligus menjadi teman bermain setia di rumah.Artikel Selengkapnya: Alodokter.com

Baca Artikel ➔
17 Jenis Hewan Peliharaan Kecil yang Mudah Dirawat
article
24 Jul 2026

17 Jenis Hewan Peliharaan Kecil yang Mudah Dirawat

Bukan hanya orang dewasa, anak-anak juga pada umumnya menyukai binatang yang lucu dan menggemaskan.Sebenarnya, ketika anak mampu untuk menyayangi hewan peliharaan, secara tidak langsung hal ini juga meningkatkan kemampuan afeksi anak.Karena ia akan belajar bagaimana untuk tidak menyakiti ‘temannya’ itu dan belajar merawatnya.Sebagai permulaan, sebaiknya pilihkan hewan peliharaan kecil terlebih dahulu untuk anak.Lalu, ajari ia untuk merawat dan bertanggungjawab terhadap peliharaannya.Apa saja pilihan hewan peliharaan yang bisa coba dipilih? Yuk, simak lebih lanjut!Pilihan Hewan Peliharaan Kecil untuk AnakMemiliki hewan peliharaan dapat menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak.Selain menjadi teman yang setia, hewan peliharaan juga dapat mengajarkan anak tentang tanggung jawab, empati, dan kepedulian terhadap makhluk hidup lain.Namun, tidak semua hewan cocok untuk anak-anak, terutama yang masih kecil.Berikut ini beberapa pilihan hewan peliharaan kecil untuk anak:1. HamsterHamster adalah hewan peliharaan kecil yang populer untuk anak-anak.Selain kecil, hewan ini juga tidak memerlukan ruang besar dan mudah dirawat.Selain itu, anak-anak dapat belajar tentang tanggung jawab dengan memberi makan, membersihkan kandang, dan memberikan perhatian ekstra kepada hamster.2. Kelinci MiniKelinci mini adalah pilihan hewan peliharaan yang menggemaskan dan ramah.Mereka lebih mudah dijinakkan daripada jenis kelinci lainnya, sehingga cocok untuk anak-anak yang ingin berinteraksi langsung dengan hewan peliharaan mereka.3. Ikan GuppyIkan guppy adalah ikan air tawar kecil yang indah dan mudah dipelihara.Hewan peliharaan kecil ini tidak memerlukan banyak perhatian langsung.Namun, tetap menawarkan hiburan dan keindahan visual yang menyenangkan bagi anak-anak.4. Anjing ChihuahuaChihuahua adalah salah satu ras anjing kecil yang paling cocok untuk anak-anak.Ini adalah hewan yang setia, ceria, dan mudah diurus.Namun, pastikan untuk memilih Chihuahua yang memiliki sifat tenang dan ramah terutama jika ada anak-anak kecil di rumah.5. Kucing PersiaKucing persia adalah pilihan hewan peliharaan kecil yang baik untuk anak-anak yang ingin memiliki kucing.Sifatnya cukup tenang, lembut, mudah diajak bermain, dan suka berada di dalam ruangan, sehingga cocok untuk teman bermain Si Kecil di rumah.6. Burung LovebirdBurung Lovebird adalah pilihan hewan peliharaan kecil yang interaktif dan ramah.Mereka dapat menjadi teman bermain yang menyenangkan bagi anak-anak, terutama jika burung tersebut sudah terbiasa dengan manusia sejak kecil.7. Iguana KecilIguana adalah pilihan hewan peliharaan kecil yang tidak biasa, tapi menarik untuk anak-anak yang tertarik pada reptil.Hewan reptil mungkin bisa sedikit rumit, seperti perlu lingkungan yang sesuai dan makanan yang tepat.Namun dengan perawatan yang tepat, iguana dapat menjadi hewan peliharaan yang menarik dan menyenangkan untuk dipelihara.8. Hamster DwarfHamster Dwarf adalah varietas hamster yang lebih kecil dan lincah.Mereka cocok untuk anak-anak yang ingin bermain lebih aktif dengan hewan peliharaan.9. Sugar GliderSugar glider adalah hewan peliharaan kecil yang menggemaskan dan eksotis untuk dipelihara.Mereka adalah hewan yang sosial dan menyukai interaksi, tapi memerlukan perawatan khusus.10. Ikan Neon TetraIkan Neon Tetra merupakan ikan air tawar kecil yang indah dan tenang.Ikan jenis ini cocok untuk akuarium kecil dan dapat memberikan pengalaman menyenangkan bagi anak-anak dalam mengamati kehidupan akuatik.11. Kura Kura Telinga MerahKura-kura jenis ini cukup populer karena sifatnya yang ramah dan mudah dipelihara.Mereka bisa dipelihara di dalam ruangan atau di kolam luar ruangan, asalkan disimpan dalam suhu yang agak hangat.Jika memutuskan untuk memelihara di dalam ruangan, pilih akuarium berukuran besar, dengan pencahayaan UV dan sistem penyaringan air yang tepat.Mereka bisa tumbuh cukup besar dan membutuhkan ruang untuk menjelajah karena cukup aktif.12. Ikan CupangIkan merupakan salah satu hewan peliharaan kecil yang mudah dirawat.Salah satu jenis ikan yang banyak dipelihara adalah jenis cupang.Selain memiliki warna yang menarik, ikan cupang juga mudah sekali untuk dirawat.Kamu hanya perlu menguras akuarium dan memberi makan satu sampai dua kali dalam seminggu.Untuk perawatan lainnya, seperti obat atau vitamin juga tidak terlalu mahal.13. Anjing TeacupSalah satu jenis hewan peliharaan kecil yang mudah dirawat adalah anjing teacup.Sesuai dengan namanya, anjing ini memang memang memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sebesar teko teh.Anjing yang dikembangbiakkan dengan rekayasa genetika ini tidak dapat tumbuh besar seperti jenis anjing normal pada umumnya.Berat anjing ini sekitar 1,5 hingga 3 kilogram, sehingga kamu yang tinggal di apartemen akan lebih mudah untuk merawatnya.14. Guinea pig atau Tikus BelandaKamu yang suka binatang berbulu yang ukurannya kecil dapat memelihara Guinea pig atau tikus belanda.Jika dilihat sekilas, binatang kecil ini sangat mirip dengan marmut, tetapi berbeda lho.Perbedaan antara Guinea pig terdapat pada bagian dahi dan telinganya.Guinea pig memiliki dahi yang agak menonjol dibandingkan dengan marmut.Sementara bentuk telinganya menunduk ke depan dan tidak berdiri tegak seperti marmut atau hamster.15. Landak MiniLandak mini merupakan hewan yang juga dapat dijadikan peliharaan di rumah.Jika dibandingkan dengan jenis hewan peliharaan kecil lainnya, landak mini mungkin memiliki perawatan yang lebih rumit.Hewan berduri ini rentan dengan penyakit sehingga harus memberikan perhatian ekstra agar tidak mudah terserang penyakit.Kendati demikian, landak dapat memberikan dukungan emosional kepada pemiliknya dan juga membuat Si Kecil bahagia saat merawatnya.16. GerbilGerbil adalah tikus liar yang dapat dijinakkan dan menjadi hewan peliharaan kecil yang mudah dirawat.Hewan ini mudah diberi makan dan cenderung tidak agresif terhadap tuannya.Namun, saat memelihara hewan ini pastikan untuk tidak membawanya ke tempat terbuka karena jika terlepas dari tangan, mereka akan berlarian dengan cepat.17. Leopard GeckoGecko, khususnya jenis Leopard Gecko, adalah salah satu reptil kecil yang populer dijadikan hewan peliharaan.Bentuk tubuhnya mungil, corak kulitnya unik dengan bintik-bintik menyerupai macan tutul, dan gerakannya tenang sehingga aman untuk diamati anak-anak.Ukurannya rata-rata hanya sekitar 18–25 cm, jadi tidak membutuhkan ruang yang luas.Perawatannya juga relatif mudah.Gecko tidak perlu dimandikan atau sering disentuh, cukup ditempatkan di terrarium kecil dengan alas pasir atau batu, serta lampu pemanas untuk menjaga suhu tubuhnya.Makanannya berupa serangga kecil seperti jangkrik atau ulat hongkong yang bisa dengan mudah didapat.Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Anak Ingin Memiliki Hewan PeliharaanMemelihara hewan dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi anak-anak.Selain dapat menjadi teman setia, hewan peliharaan juga dapat mengajarkan nilai-nilai seperti tanggung jawab dan kepedulian.Namun, sebelum memutuskan untuk mengizinkan anak memiliki hewan peliharaan, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, yaitu:Pilih Jenis Hewan yang TepatJenis hewan peliharaan yang cocok untuk Si Kecil haruslah yang sesuai dengan lingkungan dan kemampuan merawatnya. Pilih hewan peliharaan kecil jika anak masih kecil. Namun, jika anak sudah lebih besar dan paham arti tanggung jawab, bisa pilih hewan yang lebih besar.Siapkan Ruang yang TepatSebelum membawa hewan peliharaan pulang, pastikan telah menyiapkan ruang yang sesuai untuknya.Tempatkan kandang, sangkar, atau tempat tidur yang nyaman dan aman untuk hewan tersebut.Jangan lupa untuk menyediakan tempat makan dan minum yang mudah dijangkau oleh anak.Ajarkan Tanggung Jawab pada AnakMemiliki hewan peliharaan berarti tanggung jawab harus diajarkan kepada anak.Anak-anak harus belajar tentang pentingnya memberi makan, memberikan air, dan membersihkan kandang atau lingkungan hewan peliharaan mereka.Ini akan mengajarkan mereka nilai-nilai tanggung jawab dan kepedulian terhadap makhluk hidup.Lakukan Riset Bersama AnakSebelum memutuskan jenis hewan apa yang akan dipelihara, lakukan riset dan diskusi bersama dengan Si Kecil.Pelajari tentang kebutuhan perawatan, makanan, dan karakteristik unik dari hewan tersebut.Ini adalah kesempatan untuk mengajarkan anak tentang berbagai jenis hewan dan lingkungan alaminya.Perhatikan AlergiPastikan untuk memeriksa apakah Si Kecil memiliki alergi terhadap hewan tertentu sebelum memutuskan untuk memeliharanya.Beberapa anak mungkin alergi terhadap bulu atau protein tertentu dalam air liur atau kulit hewan.Jika Si Kecil memiliki riwayat alergi, konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan jenis hewan peliharaan.Jaga Kesehatan Hewan PeliharaanPastikan untuk membawa hewan peliharaan secara rutin ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan vaksinasi yang tepat.Jika Si Kecil ingin memiliki hewan eksotis, pastikan memahami persyaratan khusus untuk merawat jenis hewan tersebut.Ciptakan Hubungan yang BaikAjarkan anak bagaimana cara berinteraksi dengan hewan peliharaan dengan baik dan penuh kasih sayang.Dorong anak untuk selalu bersikap lembut dan menghormati hewan.Ini akan membangun hubungan yang kuat antara anak dan hewan peliharaan, sehingga keduanya dapat saling memahami dan merasa nyaman satu sama lain.Hindari KekerasanAnak-anak harus diajarkan untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap hewan peliharaan.Jangan biarkan mereka menarik ekor, telinga, atau melakukan tindakan kasar lainnya terhadap hewan.Jika Si Kecil menunjukkan perilaku agresif terhadap hewan, segera koreksi dan jelaskan mengapa itu tidak benar.Awasi Interaksi dengan Hewan LiarJika Si Kecil ingin berinteraksi dengan hewan liar seperti burung, tupai, atau kelinci liar, pastikan untuk mengawasinya dengan cermat.Ajarkan anak tentang pentingnya menjaga jarak aman dan tidak mengganggu hewan liar dalam habitat alaminya.Memilih hewan peliharaan kecil untuk anak-anak adalah keputusan penting yang harus dipertimbangkan dengan matang.Setiap hewan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda, sehingga penting untuk memilih yang sesuai dengan gaya hidup dan lingkungan keluarga.Jadi, manakah hewan peliharaan kecil yang akan dipilih untuk menemani Si Kecil di rumah?Diskusikan dengan Si Kecil, yuk!Artikel Selengkapnya: Orami.co.id

Baca Artikel ➔
6 Cara Merawat Kura-Kura Peliharaan untuk Pemula
article
22 Jul 2026

6 Cara Merawat Kura-Kura Peliharaan untuk Pemula

Memelihara hewan peliharaan eksotis seperti reptil kini semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Salah satu hewan yang paling populer dan mudah dijumpai adalah kura kura air. Bentuknya yang mungil saat masih bayi, perawatannya yang dianggap tidak terlalu rumit, serta warnanya yang menarik membuat banyak orang tua memilih hewan ini sebagai peliharaan pertama untuk anak-anak mereka di rumah.Namun, di balik penampilannya yang menggemaskan, memelihara hewan ini membutuhkan komitmen jangka panjang serta pemahaman mendalam tentang standar kebersihannya. Kualitas air yang buruk, nutrisi yang tidak seimbang, serta lingkungan hidup yang tidak memadai dapat membuat reptil ini mudah stres dan sakit. Lebih jauh lagi, interaksi antara manusia dan reptil menyimpan potensi risiko kesehatan yang tidak boleh diremehkan sama sekali.Sebagai hewan reptil, mereka secara alami membawa berbagai jenis bakteri di dalam sistem pencernaannya yang bisa ditularkan kepada manusia (penyakit zoonosis). Tanpa protokol kebersihan yang ketat, kamu dan anggota keluargamu—terutama anak balita, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah—sangat rentan mengalami infeksi saluran pencernaan yang serius.Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui bagaimana cara merawat hewan ini dengan benar sekaligus melindungi kesehatan keluarga. Nah, mau tahu apa saja panduan perawatannya serta risiko kesehatan yang wajib kamu waspadai? Berikut ulasan lengkapnya!Mengenal Kura-Kura Air dan PerawatannyaSebelum memutuskan untuk membawa pulang hewan ini, kamu perlu memahami karakteristik biologisnya. Spesies yang paling umum diperjualbelikan di Indonesia adalah Kura-kura Brazil atau Red-Eared Slider (Trachemys scripta elegans). Ciri khasnya adalah adanya bercak merah di belakang mata mereka. Meskipun sering dijual dalam ukuran sekecil koin, reptil ini dapat tumbuh hingga mencapai diameter 30 sentimeter (seukuran piring makan) di usia dewasanya.Selain pertumbuhannya yang signifikan, mereka juga memiliki angka harapan hidup yang sangat panjang. Dengan perawatan yang tepat, hewan ini dapat hidup antara 20 hingga 30 tahun. Hal ini berarti, memeliharanya adalah sebuah komitmen jangka panjang, bukan sekadar hobi musiman. Lingkungan hidup mereka di alam liar adalah perairan tenang dengan banyak tempat untuk berjemur (basking) di bawah sinar matahari. Insting alami inilah yang harus kamu replikasi di dalam rumah agar mereka dapat tumbuh sehat dan tidak mudah terserang penyakit.Perlu kamu ketahui bahwa reptil yang sakit cenderung melepaskan lebih banyak patogen atau bakteri berbahaya melalui kotorannya ke dalam air. Kondisi ini pada akhirnya akan meningkatkan risiko penyebaran penyakit kepada manusia yang membersihkan akuarium atau menyentuhnya.Panduan Lengkap dan Cara Merawat Kura-Kura AirMerawat reptil perairan tidak sama dengan merawat ikan hias biasa. Mereka membutuhkan lingkungan semi-akuatik yang sangat spesifik. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam merawat mereka yang wajib kamu penuhi:Ukuran Akuarium yang ProporsionalAturan umum dalam menentukan ukuran akuarium adalah menyediakan minimal 40 liter air untuk setiap 2,5 sentimeter panjang tempurung kura-kura. Jadi, seiring bertambahnya ukuran tubuh mereka, kamu harus siap mengganti akuarium menjadi jauh lebih besar. Akuarium yang terlalu sempit akan membuat konsentrasi amonia dari kotoran mereka menumpuk dengan sangat cepat, mengubah air menjadi sarang penyakit yang beracun.Sistem Filtrasi yang KuatReptil perairan menghasilkan limbah kotoran (feses) yang jauh lebih padat dan lebih banyak dibandingkan ikan. Oleh sebab itu, filter air standar seringkali tidak cukup. Gunakan canister filter atau filter eksternal dengan kapasitas 2-3 kali lebih besar dari volume air akuariummu. Filtrasi yang baik tidak hanya menjaga air tetap jernih, tetapi juga menyaring bakteri berbahaya agar tidak menginfeksi hewan peliharaanmu maupun dirimu sendiri saat menguras air.Area Berjemur (Basking Spot) dan Lampu UVBKura-kura adalah hewan berdarah dingin (ektotermik). Mereka wajib berjemur setiap hari untuk mengeringkan tempurungnya guna mencegah infeksi jamur atau busuk tempurung (shell rot). Selain itu, mereka mutlak membutuhkan sinar UVB untuk mensintesis vitamin D3 di kulit mereka. Tanpa vitamin D3, tubuh mereka tidak bisa menyerap kalsium dari makanan, yang berujung pada Metabolic Bone Disease (MBD) atau penyakit tulang metabolik yang membuat tempurung mereka menjadi lembek dan cacat.Kontrol Suhu AirSuhu air ideal untuk reptil perairan adalah berkisar antara 24-28 derajat Celcius. Jika suhu air terlalu dingin, metabolisme mereka akan melambat, mereka akan menolak makan, dan sistem imunnya menurun drastis. Hal ini membuat mereka sangat rentan terhadap infeksi saluran pernapasan (pneumonia) yang bisa berakibat fatal. Gunakan pemanas air akuarium (water heater) yang dilengkapi dengan pelindung agar tidak pecah tersenggol.Nutrisi dan Pola Makan SeimbangJangan hanya memberikan pelet kering setiap hari. Berikan makanan yang bervariasi menyerupai diet alami mereka di alam liar. Untuk kura-kura muda, mereka lebih bersifat karnivora, sehingga butuh lebih banyak protein (jangkrik, cacing darah, udang kecil). Saat beranjak dewasa, mereka menjadi omnivora dan membutuhkan asupan nabati seperti selada air, kangkung, atau wortel serut. Diet yang seimbang memperkuat daya tahan tubuh mereka terhadap penyakit.Ancaman Penyakit Zoonosis (Fokus Medis)Beralih ke sudut pandang kesehatan manusia, memelihara reptil memiliki risiko medis yang cukup signifikan. Ancaman terbesar yang dibawa oleh reptil ini adalah infeksi bakteri Salmonella. Bakteri ini hidup secara alami di saluran pencernaan hampir seluruh jenis reptil tanpa membuat mereka terlihat sakit sama sekali. Oleh karena itu, kura-kura yang tampak sehat dan aktif tetap bisa menjadi pembawa (carrier) bakteri ini.Bakteri Salmonella dikeluarkan dari tubuh mereka melalui kotoran (feses). Karena hewan ini hidup, berenang, dan membuang kotoran di air yang sama, maka air akuarium, tempurung hewan, serta batu-batuan di dalamnya sangat terkontaminasi oleh bakteri tersebut. Ketika manusia menyentuh hewan atau air akuarium, bakteri akan berpindah ke tangan. Jika tangan tersebut menyentuh mulut, makanan, atau wajah tanpa dicuci bersih terlebih dahulu dengan sabun (rute fecal-oral), maka infeksi Salmonellosis pada manusia pun terjadi.Gejala infeksi Salmonella pada manusia biasanya muncul dalam waktu 6 hingga 72 jam setelah paparan. Gejala klinis yang sering dilaporkan meliputi:Diare berair yang intens, dan terkadang disertai lendir atau darah.Kram perut atau nyeri kolik abdomen yang parah.Demam tinggi disertai menggigil.Mual dan muntah-muntah.Kehilangan nafsu makan.Pada orang dewasa yang sehat, infeksi ini biasanya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4 hingga 7 hari dengan asupan cairan yang cukup. Namun, pada kelompok rentan seperti anak balita (di bawah usia 5 tahun), lansia, wanita hamil, dan penderita penyakit autoimun, infeksi ini dapat memicu komplikasi fatal. Bakteri dapat menembus usus dan masuk ke aliran darah (bakteremia), yang jika tidak segera ditangani secara medis dapat menyebabkan meningitis atau kematian.Faktor Pemicu dan Tips Pencegahan Infeksi SalmonellaKontaminasi Silang di Dapur: Jangan pernah mencuci akuarium, filter, atau aksesoris peliharaanmu di wastafel dapur tempat kamu mencuci piring atau menyiapkan makanan.Mencium Hewan: Jangan biarkan anak-anak mencium hewan reptil ini karena bakteri dapat berpindah secara langsung ke bibir.Makan Sambil Bermain: Hindari menyentuh reptil sambil memegang makanan ringan. Selalu biasakan mencuci tangan dengan sabun antibakteri dan air mengalir segera setelah berinteraksi dengan hewan atau membersihkan kandangnya.Langkah Pencegahan Penularan PenyakitUntuk meminimalisasi risiko infeksi dari hewan peliharaan eksotis, kamu harus menerapkan standar kebersihan yang ketat (biosecurity level rumah tangga). Berikut adalah panduan medis yang direkomendasikan:Edukasi Kebersihan TanganGunakan sabun dan gosok tangan minimal selama 20 detik setelah melakukan kontak dengan hewan atau air di akuariumnya. Jika air dan sabun tidak langsung tersedia, gunakan hand sanitizer berbasis alkohol minimal 60%, namun ingat bahwa mencuci tangan dengan air mengalir jauh lebih efektif menyingkirkan spora bakteri.Pembatasan Area HewanJangan pernah membiarkan reptil peliharaanmu berjalan bebas di area rumah, terutama di ruang makan, dapur, atau kamar tidur anak. Pastikan mereka hanya berada di dalam akuariumnya atau di wadah khusus yang memang diperuntukkan baginya.Prosedur Pembersihan yang AmanGunakan sarung tangan karet khusus saat kamu menguras air akuarium atau menyikat filternya. Buang air kotor ke lubang toilet atau langsung ke saluran pembuangan luar ruangan, jangan ke saluran pembuangan kamar mandi yang sering diinjak oleh anggota keluarga. Setelah selesai, disinfeksi wadah atau sikat yang digunakan dengan larutan pemutih ringan.Kapan Harus ke Dokter?Jika kamu atau anggota keluargamu mulai mengalami diare yang berkepanjangan (lebih dari 3 hari) setelah memegang hewan reptil atau membersihkan air akuariumnya, sebaiknya jangan anggap remeh. Segera cari bantuan medis apabila diare disertai dengan feses berdarah, demam tinggi yang tidak kunjung turun melebihi 39 derajat Celcius, atau tanda-tanda dehidrasi berat seperti mulut kering, mata cekung, dan jarang buang air kecil.Dokter biasanya akan merekomendasikan tes kultur feses untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella. Penggunaan antibiotik tidak selalu diberikan untuk kasus ringan, namun menjadi wajib untuk kasus berat yang mengancam sistemik tubuh.Studi Terkait Mengenai Infeksi ReptilCenters for Disease Control and Prevention (CDC) secara rutin menerbitkan laporan investigasi wabah mengenai tingginya angka infeksi salmonellosis yang terkait langsung dengan memelihara reptil kecil. Sejak tahun 1975, Amerika Serikat bahkan telah mengeluarkan larangan penjualan kura-kura dengan panjang cangkang kurang dari 4 inci (sekitar 10 cm). Hal ini dikarenakan ukurannya yang kecil membuat anak-anak balita cenderung memasukkan hewan tersebut ke dalam mulut mereka.Studi epidemiologi tersebut menunjukkan bahwa dari ratusan kasus infeksi bakteri Salmonella tahunan yang diakibatkan oleh reptil peliharaan, sebagian besar korbannya adalah anak-anak balita yang sistem imunnya belum berkembang sempurna. Temuan ini menegaskan betapa krusialnya pengawasan orang dewasa dan praktik cuci tangan yang ketat bagi para pemilik reptil perairan di rumah.Menjaga hewan peliharaan tetap bersih dan sehat adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga kesehatan keluarga secara keseluruhan. Pastikan kamu selalu memantau kondisi fisik reptilmu, serta segera periksakan ke dokter hewan terdekat jika mereka menunjukkan tanda-tanda penyakit.FAQApakah memelihara kura-kura air aman untuk keluarga yang memiliki anak balita?Meskipun bisa menjadi hewan peliharaan yang menarik, memeliharanya tidak disarankan bagi keluarga yang memiliki anak berusia di bawah 5 tahun. Hal ini dikarenakan risiko tinggi penularan bakteri penyebab diare parah, serta kecenderungan balita untuk memasukkan tangan yang belum dicuci ke dalam mulut mereka.Berapa lama kura-kura air bisa hidup sebagai hewan peliharaan?Bila dirawat dengan diet yang tepat, suhu air yang hangat, serta kualitas air yang senantiasa bersih, spesies seperti kura-kura Brazil dapat hidup sangat lama, berkisar antara 20 hingga 30 tahun. Hal ini menjadikannya komitmen peliharaan seumur hidup.Mengapa tempurung kura-kura air peliharaan saya terasa lembek?Tempurung yang lembek merupakan indikasi kuat dari Metabolic Bone Disease (Penyakit Tulang Metabolik). Kondisi medis ini disebabkan oleh kekurangan kalsium serta ketiadaan paparan sinar UVB yang cukup, sehingga mereka tidak mampu menyerap kalsium yang ada di dalam makanannya.Bagaimana cara membersihkan akuarium kura-kura air dengan aman?Selalu gunakan sarung tangan karet pelindung saat membersihkan air dan filternya. Pastikan kamu membersihkannya di luar ruangan atau membuang air kotor ke dalam toilet, bukan di wastafel dapur atau wastafel kamar mandi. Cuci tanganmu secara menyeluruh dengan sabun setelah selesai berbenah.Artikel Selengkapnya:Halodoc.com

Baca Artikel ➔
Bukan Dielus, Ini 7 Cara Ungkapkan Rasa Sayang pada Kucing
article
20 Jul 2026

Bukan Dielus, Ini 7 Cara Ungkapkan Rasa Sayang pada Kucing

Jakarta, CNN Indonesia - Kalau kamu mau kasih paham ke kucing peliharaan bahwa kamu menyayanginya, caranya tak selalu dengan mengelusnya. Ada cara tertentu lebih mudah dipahami kucing sebagai rasa sayang majikannya.Soalnya, kucing tidak memahami bahasa manusia seperti kita memahami mereka. Oleh karena itu, rasa sayang pada kucing perlu disampaikan lewat tindakan yang sesuai dengan bahasa tubuh dan kebiasaan mereka.Cara mengungkapkan rasa sayang pada kucingKalau dilakukan dengan tepat, hubunganmu dengan si meong bisa jadi jauh lebih hangat dan penuh kepercayaan. Jadi, apa saja caranya?Mengedip dengan perlahanMenurut laman Pethelpful, dalam dunia komunikasi kucing, mengedip dengan perlahan dianggap sebagai tanda aman, tenang, dan penuh kepercayaan.Kamu bisa mencoba menatapnya sebentar, lalu mengedip pelan dan mengalihkan pandangan. Jika kucing membalas dengan cara yang sama, itu pertanda ia menerima pesanmu.Hormati personal space-nyaKalau ingin disayang balik, jangan paksa kucing untuk selalu dipeluk atau digendong. Banyak kucing lebih nyaman menunjukkan kedekatan saat mereka sendiri yang memilih.Memberi ruang berarti kamu menghargai batasannya, dan itu justru membuat mereka merasa aman. Bagi kucing, rasa aman adalah bentuk cinta yang sangat berarti.Biarkan kucing memulai interaksiKucing biasanya lebih nyaman ketika mereka yang terlebih dahulu mendekat. Saat ia datang menghampiri, duduk di dekatmu, atau mengusap tubuhnya ke kakimu, itu tanda bahwa ia merasa nyaman.Respons yang lembut dan tidak memaksa akan membuatnya merasa dihargai. Dalam jangka panjang, ini memperkuat ikatan yang sehat antara kamu dan anabul alias anak bulu.Ciptakan rumah yang tenang dan mudah diprediksiLingkungan rumah yang tenang sangat membantu kucing merasa dicintai. Kucing adalah makhluk yang suka rutinitas dan tidak menyukai perubahan mendadak.Jadwal makan yang konsisten, suasana rumah yang stabil, dan tempat istirahat yang nyaman bisa membuat mereka lebih rileks. Makin mereka merasa aman di rumah, makin mudah mereka memercayaimu.Konsisten dalam berkomunikasiBicara soal konsistensi, kamu sebagai majikan pun harus berkomunikasi dengan konsisten. Jika tidak, kucing akan bingung dan salah menangkap sinyal.Contohnya, seperti dikutip dari PetMD, penggunaan tangan sebagai cara bermain dengan kucing. Jika semua anggota keluarga di rumah tidak menggunakan tangan untuk bermain dengan kucing, tetapi kamu menggunakan tangan, kucing akan salah menerima sinyal.Berikan makanan bernutrisiMenyayangi kucing juga berarti memenuhi kebutuhan biologisnya dengan baik. Sebagai hewan karnivora obligat, kucing membutuhkan makanan tinggi protein hewani agar tetap sehat dan aktif.Kamu juga bisa membuat waktu makan lebih menyenangkan dengan food puzzle atau lick mat. Jika bingung soal porsi dan jenis makanan, konsultasikan dengan dokter hewan agar sesuai dengan kebutuhan kucingmu.Luangkan waktu untuk groomingMenyikat bulu kucing bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga bentuk kedekatan. Pada banyak kucing, grooming terasa mirip dengan kebiasaan saling merawat sesama kucing.Aktivitas ini bisa membantu mengurangi bulu kusut dan hairball, sekaligus menjadi waktu berkualitas bersama. Sayangnya, tidak semua kucing suka disisir. Kalau kucingmu terlihat tidak nyaman, jangan dipaksa, dan pilih bentuk perhatian lain yang lebih ia sukai.Menunjukkan cinta pada kucing tidak harus dengan suara manja, mengeong, atau pelukan berlebihan.Justru, cinta yang paling dipahami kucing biasanya hadir lewat rasa aman, rutinitas, perhatian, dan penghormatan pada batas mereka. Jadi sudah siap untuk berkomunikasi dengan kucing peliharaanmu?Artikel Selengkapnya: CNN Indonesia

Baca Artikel ➔
JIPS 2026 Catat 24.387 Pengunjung, Ekosistem Hewan Peliharaan Indonesia Terus Bertumbuh
press-release
10 Jul 2026

JIPS 2026 Catat 24.387 Pengunjung, Ekosistem Hewan Peliharaan Indonesia Terus Bertumbuh

Jakarta, 10 Juli 2026 — Minat masyarakat terhadap ekosistem dunia hewan peliharaan terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut tercermin dari penyelenggaraan Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 yang berhasil menghadirkan 24.387 pengunjung dan 120 exhibitors sejak 3-5 Juli di Hall 8, NICE PIK 2. Selama tiga hari, pengunjung berdatangan dan berkumpul untuk saling bertemu sapa sekaligus melakukan aktivitas seru bersama hewan kesayangan mereka, hingga berbelanja kebutuhan anabul dalam satu tempat.Project Director JIPS 2026, Adhika Arthapaty, menilai tingginya partisipasi pengunjung menjadi sinyal positif bagi perkembangan ekosistem hewan peliharaan di Indonesia. “Kami melihat masyarakat datang dengan tujuan yang semakin beragam. Tidak hanya mencari produk, tetapi juga ingin memperoleh edukasi mengenai perawatan hewan, berdiskusi dengan para ahli, hingga bertemu komunitas yang memiliki minat yang sama. Perubahan ini menunjukkan bahwa ekosistem hewan peliharaan di Indonesia berkembang semakin dinamis dan memiliki peluang yang sangat besar untuk terus bertumbuh,” ujar Adhika.JIPS 2026 menghadirkan beragam pengalaman edukatif dan interaktif melalui talkshow, animal presentation, meet and greet bersama para JIPStar, Yoga with Pet, parade hewan, hingga berbagai kompetisi. Pengalaman tersebut dilengkapi dengan zona edukasi seperti Vet Clinic, Animal Education Zone bersama deHakims, Jagat Satwa Nusantara (JSN), Animalium, serta Museum of Cats & Exotic Animal by Radhiyan Pet and Care yang memberikan wawasan mengenai kesehatan, konservasi, dan kesejahteraan hewan.Hadir juga pet enthusiast dan animal lover seperti Irfan Hakim, Fardhan Khan, Bobby Sant, Audrey, Alshad Ahmad, Dream Team, dan berbagai publik figur lainnya yang turut hadir menyapa para pengunjung dan berbagi inspirasi pada panggung talkshow. JIPS 2026 juga menghadirkan lebih dari 200 jenis, ras, dan spesies hewan dari berbagai kategori yang diperkenalkan bersama beragam komunitas, mulai dari anjing, kucing, kelinci, burung, sugar glider hingga reptil. Kehadiran  berbagai komunitas tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman pengunjung, tetapi juga memperkuat kolaborasi dalam ekosistem hewan peliharaan di Indonesia.Rangkaian kompetisi juga menjadi salah satu daya tarik utama sepanjang penyelenggaraan JIPS 2026. Lebih dari 650 peserta mengikuti berbagai kompetisi, mulai dari Fun Dog Agility, Varanus Agility Race, Rabbit Competition, Cat Warriors Vol. 7, Ninja Dog Warrior, Morphvolution, hingga Merpati Hias Competition. Keseruan Ninja Dog Warrior semakin terasa dengan kehadiran Ryan Delon bersama Sharena Delon, Zoe Levana, dengan anjing kesayangan mereka serta aksi Floki dan Dolce saat menaklukkan berbagai rintangan. Selain menjadi ruang apresiasi bagi para pehobi, setiap kompetisi juga menghadirkan pengalaman edukatif, mempererat jejaring antarkomunitas, serta memperkenalkan karakteristik berbagai jenis hewan peliharaan kepada pengunjung.Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menilai tingginya partisipasi dan respons positif selama JIPS 2026 menjadi semangat bagi penyelenggaraan menghadirkan pengalaman yang lebih nyaman dan menyenangkan. “Respons positif yang kami terima menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan ruang yang tidak hanya menghadirkan produk dan layanan, tetapi juga edukasi, komunitas, dan pengalaman yang berkualitas. Karena itu, pada penyelenggaraan tahun depan kami akan menghadirkan lebih banyak program, kolaborasi, dan aktivitas interaktif bagi para pengunjung. Harapan kami, JIPS dapat terus berkembang sebagai wadah yang mendorong edukasi, kolaborasi, dan tumbuhnya ekosistem hewan peliharaan yang sehat dan bertanggung jawab di Indonesia,” ujar Daswar.Di balik capaian JIPS 2026 terdapat kolaborasi erat berbagai pihak, mulai dari BNI sebagai Official Bank Partner, exhibitor, komunitas pecinta hewan, mitra strategis, media, hingga seluruh pihak yang bersama-sama mendukung terselenggaranya JIPS sebagai wadah edukasi, kolaborasi, dan interaksi bagi ekosistem hewan peliharaan di Indonesia.Untuk mendapatkan informasi mengenai JIPS, ikuti akun media sosial resmi @jips_id dan kunjungi website resmi JIPS di www.jakartainternationalpetshow.com. Sampai bertemu kembali pada JIPS 2027 tanggal 2–4 Juli 2027 di NICE PIK 2!

Baca Artikel ➔
4 Fakta Unik Cyclura cornuta, Punya Cula Mirip Badak
article
07 Jul 2026

4 Fakta Unik Cyclura cornuta, Punya Cula Mirip Badak

Dunia reptil selalu menyimpan kejutan yang tidak ada habisnya bagi para pencinta alam di seluruh dunia. Salah satu satwa eksotis yang paling mencuri perhatian adalah Cyclura cornuta, spesies iguana batu unik yang mendiami kawasan kering di Pulau Hispaniola, Karibia. Kadal raksasa dengan penampilan purba ini sering kali membuat orang terpukau sekaligus merinding saat pertama kali melihat wujud fisiknya secara langsung.Hewan luar biasa ini sekarang berstatus terancam punah akibat maraknya aktivitas perburuan liar serta kerusakan habitat yang terus meluas di wilayah asalnya. Meskipun penampilannya terlihat sangat mengintimidasi dengan duri tajam dan sisik keras, reptil ini sebenarnya memiliki peran yang sangat vital dalam ekosistem. Mari kita bedah bersama keunikan menarik dari iguana purba yang satu ini agar kita bisa lebih menghargai keberadaannya di alam liar.1. Mereka memiliki cula unik di atas moncongnyaNama populer dari Cyclura cornuta adalah iguana badak yang sangat tersohor di dunia fauna. Sebutan unik ini tentu saja disematkan bukan tanpa alasan yang jelas bagi mereka. Moncong bagian depan mereka dihiasi oleh tiga buah tonjolan tanduk yang sangat mirip dengan cula badak sejati. Tonjolan tersebut sebenarnya merupakan hasil pertumbuhan sisik keras yang menutupi bagian tulang hidung mereka.Cula unik ini biasanya terlihat tumbuh jauh lebih menonjol pada iguana jantan dibanding versi betinanya. Para pejantan tangguh memanfaatkan struktur keras ini untuk mempertahankan wilayah kekuasaan mereka dari ancaman musuh sejenis. Mereka bahkan akan saling beradu kepala saat musim kawin tiba demi memperebutkan perhatian dari sang betina pujaan. Pertarungan antarpejantan ini sering kali menjadi tontonan yang luar biasa menakjubkan di alam liar.2. Hewan ini menjadi garda terdepan pelestari hutan tropisMeskipun memiliki wajah sangar yang menyerupai monster purba, Cyclura cornuta sebenarnya mayoritas mengonsumsi bahan nabati. Makanan utama dalam keseharian mereka terdiri dari dedaunan hijau, bunga segar yang jatuh, serta buah-buahan manis. Mereka hanya sesekali mengonsumsi serangga kecil, cacing, atau kepiting tanah sebagai selingan nutrisi tambahan. Pola makan yang sehat dan ramah lingkungan ini membuat mereka sangat bersahabat dengan vegetasi sekitar.Kebiasaan memakan buah-buahan ini ternyata memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kelangsungan ekosistem hutan. Biji-biji dari buah yang mereka telan bulat-bulat akan keluar kembali bersama kotoran di lokasi yang berbeda. Proses alami ini sangat membantu penyebaran benih tanaman baru di seluruh area hutan kering Karibia. Tanpa kehadiran sang iguana badak, banyak jenis pohon lokal yang terancam punah karena kesulitan untuk berkembang biak.3. Ibu iguana akan menjaga sarangnya dengan sangat ketatSebagian besar spesies reptil biasanya akan langsung pergi mengembara setelah mereka selesai bertelur di dalam tanah. Namun, hal yang sangat berbeda justru ditunjukkan oleh induk betina dari Cyclura cornuta. Setelah melakukan proses perkawinan yang melelahkan pada akhir Mei, betina akan menggali lubang yang cukup dalam di tanah berpasir. Lubang tersebut bahkan bisa mencapai panjang hingga satu setengah meter sebagai tempat inkubasi yang aman.Induk betina kemudian akan meletakkan sekitar 5 hingga 20 butir telur berukuran sedang di dalam lubang tersebut. Setelah menutup kembali lubang dengan tanah, sang induk tidak akan pergi meninggalkan calon bayinya begitu saja. Ia akan tetap berjaga dengan setia di sekitar area sarang selama beberapa minggu berikutnya. Tugas mulia ini dilakukan secara sukarela demi menghalau predator rakus yang berniat mencuri telur-telur berharga miliknya.4. Mereka berkomunikasi lewat gerakan kepala yang sangat ekspresifCyclura cornuta dikenal sebagai hewan teritorial sejati yang sangat menjaga ketat batas wilayah kekuasaan mereka. Untuk menegaskan kekuasaan tersebut kepada sesamanya, mereka memiliki cara komunikasi yang sangat unik dan menarik untuk diamati. Kadal purba ini tidak mengeluarkan suara raungan atau desisan yang keras layaknya jenis reptil predator lainnya. Sebaliknya, mereka lebih mengutamakan penggunaan bahasa isyarat tubuh yang sangat halus namun tegas.Mereka akan mengangguk-anggukkan kepala mereka ke atas dan ke bawah dengan sangat cepat saat mendeteksi kehadiran musuh. Gerakan khas ini juga sering kali disertai dengan putaran badan yang membuat postur tubuh mereka terlihat lebih besar. Selain bermanfaat untuk mengusir lawan, gerakan anggukan kepala yang anggun ini juga berfungsi untuk memikat hati sang betina. Isyarat visual tersebut terbukti sangat ampuh untuk menjaga kedamaian di dalam komunitas mereka.Mengenal lebih dekat sosok Cyclura cornuta menyadarkan kita semua bahwa penampilan luar yang menyeramkan tidak selalu mencerminkan sifat asli dari makhluk hidup tersebut. Mari kita terus mendukung segala bentuk kampanye pelestarian satwa liar agar spesies naga bercula yang menawan dari Karibia ini tetap lestari hingga masa depan.Artikel Selengkapnya: IDN Times

Baca Artikel ➔