JIPS - Jakarta International Pet Show

JIPS PRESS & MEDIA

NEWS & MEDIA

Dapatkan kabar terkini, siaran pers resmi, serta liputan media seputar Jakarta International Pet Show (JIPS)!

Reptil Bisa Berwarna-warni, Kenapa Mamalia Tidak?
article
30 Apr 2026

Reptil Bisa Berwarna-warni, Kenapa Mamalia Tidak?

Jakarta, Detik.com - Reptil dan unggas memiliki warna-warna yang indah dan mencolok mulai dari hijau, biru, hingga kuning. Namun, kenapa mamalia tidak punya warna mencolok?Seorang ahli biologi evolusi dari Universitas Ghent di Belgia, Matthew Shawkey, menjelaskan bahwa hewan menghasilkan warna tubuh melalui dua cara utama. Hewan dapat menggunakan pigmen pada kulit atau bulunya.Selain itu, hewan juga dapat memanfaatkan struktur mikroskopis yang memantulkan cahaya sehingga menghasilkan warna cerah. Namun, berbeda dengan mamalia."Mamalia sebenarnya tidak menggunakan keduanya. Dari sekian banyak pigmen penghasil warna - seperti karotenoid, porfirin, dan pterin - mamalia hanya memiliki satu jenis: melanin," ucapnya, dikutip dari Live Science.Mamalia Memiliki Keterbatasan dalam Menghasilkan WarnaKebanyakan mamalia hanya memiliki satu jenis pigmen, yaitu melanin. Pigmen ini menghasilkan warna cokelat hitam dan variasinya."Kehadiran pigmen tunggal itu menghasilkan semua warna yang terlihat pada mamalia," jelas Shawkey.Menurutnya, ketiadaan pigmen itu bisa menghasilkan area berwarna putih, seperti yang ada pada zebra dan panda.Faktor Struktur RambutSelain itu, warna pada mamalia juga dipengaruhi oleh komposisi rambut yang membentuk bulu mamalia. Dalam hal ini, rambut tidak menghasilkan pola yang diperlukan untuk warna.Contohnya dapat dilihat pada mandrill yang memiliki warna merah dan biru yang mencolok. Namun, warna tersebut hanya muncul pada bagian tubuh yang tidak ditutupi bulu. Sementara itu, warna hijau pada sloth sebenarnya berasal dari alga yang tumbuh di bulunya.Menurut ilmuwan, sejarah evolusi memengaruhi warna tubuh mamalia. Pada masa awal evolusinya, mamalia hidup berdampingan dengan dinosaurus sebagai predator utama.Untuk menghindari pemangsa, mamalia diperkirakan hidup sebagai hewan nokturnal selama lebih dari 100 juta tahun. Hidup di lingkungan gelap membuat warna tubuh seperti cokelat dan abu-abu lebih efektif untuk kamuflase.Dalam penelitian yang terbit di jurnal Science Vol. 387 pada 13 Maret 2025, para peneliti membandingkan struktur pigmen mamalia modern dengan fosil mamalia dari periode Jura dan Kapur. Hasilnya menunjukkan mamalia purba juga memiliki warna yang cenderung gelap.Menurut Shawkey, warna yang terlalu mencolok kemungkinan tidak bertahan karena lebih mudah terlihat oleh predator.Mamalia Memanfaatkan Pola Warna untuk BerkomunikasiMeski jarang memiliki warna cerah, mamalia tetap memanfaatkan warna tubuh untuk berbagai tujuan, termasuk komunikasi, kamuflase, dan memberi peringatan kepada predator.Beberapa mamalia menggunakan pola warna kontras untuk berkomunikasi atau memberi sinyal.Misalnya, sigung memiliki pola hitam-putih sebagai tanda peringatan bahwa mereka memiliki pertahanan berupa bau menyengat. Anjing liar Afrika memiliki pola bulu unik dengan ekor putih yang diduga berfungsi sebagai sinyal saat berburu bersama kelompoknya.Selain itu, penelitian terbaru menemukan beberapa mamalia dapat berpendar atau fluoresen ketika terkena sinar ultraviolet, serta fenomena iridesensi atau warna berkilau pada beberapa spesies tikus tropis, yang kemungkinan digunakan untuk komunikasi visual.Artikel Selengkapnya: Detik.com

Baca Artikel âž”
Sambut Piala Dunia 2026, Adidas Rilis Jersey Anabul Timnas
article
30 Apr 2026

Sambut Piala Dunia 2026, Adidas Rilis Jersey Anabul Timnas

RRI.CO.ID, Tarakan - Brand olahraga global, Adidas, kembali bikin gebrakan yang cukup nyeleneh tapi menarik. Kali ini, mereka merilis koleksi jersey Piala Dunia 2026 khusus untuk hewan peliharaan.Koleksi yang diberi nama FIFA World Cup 2026 Hom3 Jerseys Pet Collection ini menghadirkan empat pilihan tim nasional, yaitu Tim Nasional Argentina, Tim Nasional Kolombia, Tim Nasional Meksiko, dan Tim Nasional Jepang. Desainnya dibuat mirip dengan jersey asli para pemain, lengkap dengan logo Adidas dan lambang resmi federasi masing-masing negara.Menariknya, jersey ini tidak cuma fokus ke tampilan. Adidas juga memperhatikan kenyamanan hewan saat memakainya. Bahan yang digunakan dibuat ringan dan tidak panas, jadi tetap nyaman dipakai, baik untuk jalan santai maupun sekadar tampil lucu di rumah.Peluncuran ini seolah jadi cara baru bagi penggemar sepak bola untuk merayakan FIFA World Cup 2026. Bukan cuma pemiliknya saja yang bisa pakai atribut tim favorit, sekarang hewan peliharaan juga bisa ikut “dukung” dengan gaya yang sama.Dengan ide yang unik dan desain yang familiar, koleksi ini langsung jadi sorotan. Selain menghibur, langkah ini juga menunjukkan kalau tren merchandise sepak bola kini makin luas, bahkan sampai ke dunia hewan peliharaan. (Kartini)Artikel Selengkapnya: RRI.co.id

Baca Artikel âž”
Italia Jadi Negara Pertama yang Izinkan Pekerja Cuti 3 Hari demi Rawat Hewan Peliharaan
article
30 Apr 2026

Italia Jadi Negara Pertama yang Izinkan Pekerja Cuti 3 Hari demi Rawat Hewan Peliharaan

Jakarta, VIVA – Italia resmi menerapkan kebijakan baru yang memungkinkan pekerja mengambil cuti untuk merawat hewan peliharaan yang sakit. Aturan ini menjadikan Italia sebagai negara pertama di dunia yang secara hukum mengakui bahwa merawat hewan domestik bisa menjadi alasan sah untuk absen dari pekerjaan.”Kebijakan tersebut memungkinkan karyawan mengajukan cuti hingga tiga hari dalam setahun, dengan syarat menyertakan surat keterangan dari dokter hewan yang menjelaskan kondisi hewan peliharaan mereka,” demikian dikutip dari laporan Colombia One, Kamis, 30 April 2026.Langkah ini dianggap sebagai bagian dari perkembangan konsep “keluarga multispesies”, di mana hewan peliharaan dipandang sebagai bagian penting dalam kehidupan rumah tangga.Fenomena ini bukan tanpa alasan. Di Italia, lebih dari setengah rumah tangga diketahui memiliki setidaknya satu hewan peliharaan. Hal ini mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap peran hewan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya sebagai peliharaan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga.Meski terlihat sebagai kebijakan baru, dasar hukum aturan ini sebenarnya sudah muncul sejak beberapa tahun lalu. Pada 2017, sebuah kasus di La Sapienza University menjadi titik awal perubahan.Seorang karyawan mengajukan cuti untuk merawat anjingnya yang sakit dan memenangkan gugatan di pengadilan.Putusan tersebut kemudian menjadi preseden penting dalam mendorong lahirnya regulasi yang lebih luas.Setelah melalui berbagai perdebatan, pemerintah Italia akhirnya memasukkan cuti perawatan hewan ke dalam aturan ketenagakerjaan.Dalam implementasinya, status cuti ini bisa bersifat berbayar atau tidak, tergantung pada perjanjian kerja bersama dan kebijakan masing-masing perusahaan.Fleksibilitas ini diberikan agar pekerja tidak harus memilih antara mempertahankan pekerjaan atau merawat hewan peliharaan yang sedang membutuhkan perhatian, terutama dalam kondisi sakit yang memerlukan perawatan intensif di rumah.Kebijakan ini langsung memicu beragam reaksi, baik di dalam negeri maupun internasional. Organisasi perlindungan hewan menyambut langkah tersebut sebagai bentuk pengakuan terhadap hubungan emosional antara manusia dan hewan. Di sisi lain, kalangan bisnis mulai mempertimbangkan dampaknya terhadap produktivitas serta penyesuaian kebijakan internal perusahaan.Di masyarakat Italia sendiri, respons yang muncul juga beragam. Sebagian menilai aturan ini sebagai bentuk kemajuan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini, namun, ada pula yang mempertanyakan batasan cuti kerja dan potensi tantangan dalam penerapannya di dunia profesional.Langkah Italia ini dinilai dapat menjadi contoh bagi negara lain, terutama di Eropa dan Amerika Latin, dalam mengadaptasi kebijakan ketenagakerjaan yang lebih inklusif terhadap perubahan gaya hidup modern.Artikel Selengkapnya: Viva.co.id

Baca Artikel âž”
Hewan yang Paling Banyak Dipelihara di Indonesia Maret 2026, bukan Anjing!
article
29 Apr 2026

Hewan yang Paling Banyak Dipelihara di Indonesia Maret 2026, bukan Anjing!

Hewan yang paling banyak dipelihara di Indonesia masih didominasi oleh kucing, yang tidak hanya menjadi bagian dari keseharian rumah tangga, tetapi juga membentuk pola relasi baru antara manusia dan hewan di ruang domestik.Temuan ini memperlihatkan bagaimana hewan yang paling banyak dipelihara di Indonesia tidak sekadar soal preferensi, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan emosional dan gaya hidup masyarakat perkotaan maupun semi-perkotaan.Hewan Peliharaan yang Dimiliki Masyarakat IndonesiaKucing menjadi hewan peliharaan paling populer di Indonesia dengan tingkat kepemilikan mencapai 75% responden. Data ini berasal dari survei Jakpat yang dilakukan pada Maret 2026 terhadap 1.254 responden.Di bawah kucing, ikan menempati posisi kedua dengan 30%, disusul burung sebesar 21%. Sementara itu, anjing berada di urutan keempat dengan 11%, dan kelinci menjadi yang paling sedikit dipelihara dengan hanya 8% responden.Di balik tingginya angka kepemilikan hewan peliharaan tersebut, terdapat beragam motif yang melatarbelakanginya. Sebanyak 63% responden menyebut alasan utama memelihara hewan adalah untuk mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati. Kemudian 62% mengaku membutuhkan teman di rumah.Alasan Masyarakat Indonesia Punya Hewan PeliharaanSelain itu, 42% responden memelihara hewan untuk melatih tanggung jawab, sementara 31% menyatakan ketertarikan pada penampilan hewan menjadi alasan utama.Fungsi praktis juga masih terlihat, di mana 22% responden menjadikan hewan peliharaan sebagai penjaga rumah. Adapun 18% lainnya memelihara hewan untuk mendorong aktivitas fisik, dan sekitar 10% terlibat dalam komunitas pecinta hewan.Survei Jakpat ini dilakukan pada 9–10 Maret 2026 melalui aplikasi mobile dengan margin of error di bawah 5%. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan hewan peliharaan di Indonesia tidak hanya terkait preferensi biologis, tetapi juga telah menjadi bagian dari strategi kesejahteraan psikologis dan sosial masyarakat modern. (RK/D-1).Artikel Selengkapnya: Dataloka.id

Baca Artikel âž”
Bukan Cuma Sayang, Ini 6 Manfaat Tidur Bareng Anjing yang Terbukti Secara Ilmiah!
article
29 Apr 2026

Bukan Cuma Sayang, Ini 6 Manfaat Tidur Bareng Anjing yang Terbukti Secara Ilmiah!

JawaPos.com - Banyak pemilik hewan peliharaan sering merasa bimbang apakah membiarkan anjing kesayangan naik ke atas ranjang adalah ide yang baik. Namun, data dari Mayo Clinic pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 56% pemilik anjing justru memilih untuk tidur satu kamar dengan sahabat bulu mereka. Ternyata, kebiasaan ini bukan sekadar bentuk kasih sayang, melainkan memiliki landasan ilmiah yang kuat.Menghabiskan waktu berkualitas dengan anjing terbukti mampu menurunkan tingkat stres secara instan. Jika hanya dengan mengelus saja kita sudah merasa damai, bayangkan manfaat yang didapat jika mereka meringkuk di samping kita sepanjang malam. Meski sering dianggap kurang higienis oleh sebagian orang, sains justru menemukan sederet dampak positif bagi kesehatan manusia.Dilansir dari YourTango, tidur bersama anjing peliharaan dapat memberikan efek terapi yang luar biasa bagi pemiliknya. Mulai dari peningkatan hormon kebahagiaan hingga penguatan sistem imun, kehadiran anjing di atas kasur adalah "obat" alami yang patut dipertimbangkan.Berikut adalah 6 manfaat luar biasa yang sudah terbukti secara ilmiah jika Anda membiarkan anjing tidur di ranjang bersama Anda:1. Memberikan Rasa Nyaman dan Keamanan EkstraSering kali kita merasa sulit untuk kembali terlelap saat terbangun di tengah malam akibat pikiran yang kacau atau kecemasan yang tiba-tiba meningkat. Dalam kondisi ini, kehadiran fisik seekor anjing bisa menjadi penenang yang sangat efektif. Menariknya, anjing memiliki insting tajam untuk mendeteksi gangguan tidur pada manusia, termasuk pada penderita PTSD.Penelitian yang dipelopori oleh Dr. Robert Hewings di Bravehound, sebuah badan amal di Inggris, menunjukkan bahwa anjing sangat terampil dalam mendeteksi perubahan kimia pada tubuh manusia. Mereka bisa mengenali peningkatan kortisol dan adrenalin melalui keringat saat seseorang mulai mengalami mimpi buruk. Jika dalam kondisi ekstrem saja mereka bisa membantu, tentu mereka juga sangat efektif meredam stres harian Anda.Merasakan tubuh kecil anjing yang hangat di samping kita memberikan sensasi kenyamanan seketika yang sulit digantikan oleh benda mati seperti bantal. Sesi berpelukan di jam satu pagi dapat membantu sistem saraf kita menjadi lebih tenang dan siap untuk kembali beristirahat dengan nyenyak.Mengetahui bahwa anjing penjaga kita berada dalam jangkauan sentuhan memberikan rasa aman yang mendalam secara psikologis. Hal ini menciptakan lingkungan tidur yang stabil, di mana Anda merasa tidak sendirian dalam menghadapi kegelapan malam, sehingga kualitas tidur pun meningkat secara alami.2. Meningkatkan Kesehatan Mental dan EmosionalMemiliki anjing sudah lama dikenal sebagai cara ampuh untuk mengurangi rasa kesepian dan depresi. Namun, tidur bersama mereka memberikan dorongan kesehatan mental yang jauh lebih signifikan. Berada di dekat anjing terbukti meningkatkan produksi oksitosin, yang sering dijuluki sebagai "hormon cinta" pada orang dewasa.Lonjakan hormon oksitosin ini secara otomatis membuat perasaan kita menjadi lebih bahagia, tenang, dan rileks. Bagi anak-anak, kehadiran anjing saat tidur juga sangat bermanfaat karena dapat menurunkan kadar kortisol, yaitu hormon utama yang mengontrol tingkat stres dalam tubuh mereka.Sentuhan fisik adalah bahasa cinta yang sangat dimengerti oleh anjing, dan tidur bersama memperpanjang durasi interaksi positif ini. Berpelukan sepanjang malam memperkuat manfaat emosional yang kita dapatkan, membuat kita bangun di pagi hari dengan suasana hati yang lebih positif.Kesehatan emosional yang stabil dimulai dari istirahat yang berkualitas tanpa gangguan kecemasan. Dengan membiarkan anjing tidur di ranjang, Anda secara tidak langsung sedang menjalani sesi terapi emosional gratis setiap malam yang memperkuat ketahanan mental Anda dalam menghadapi tantangan hidup.3. Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh Secara AlamiMungkin terdengar kontradiktif, namun hidup berdampingan dengan bakteri yang dibawa anjing justru bisa memberikan manfaat kesehatan bagi manusia. Terdapat hipotesis kuat dalam dunia medis bahwa paparan terhadap mikroorganisme yang beragam dapat memperkuat sistem imun dan membantu tubuh melawan berbagai penyakit.Tidur berdampingan dengan anjing meningkatkan eksposur tubuh Anda terhadap mikroorganisme unik yang mereka bawa, yang secara perlahan melatih sistem kekebalan tubuh Anda untuk lebih tangguh. Kehadiran mereka di rumah bahkan memiliki dampak jangka panjang pada perkembangan sistem imun bayi dan anak-anak kecil.Studi menemukan bahwa berada di dekat hewan berbulu selama tahun pertama kehidupan dapat mengurangi risiko pengembangan alergi hewan secara signifikan. Selain itu, anak-anak tersebut juga cenderung lebih tahan terhadap alergi lingkungan seperti tungau debu atau serbuk sari tanaman tertentu.Dengan berbagi ruang tidur, Anda sedang membangun ekosistem mikroba yang sehat di rumah Anda. Alih-alih membuat sakit, interaksi alami ini justru mempersiapkan benteng pertahanan tubuh Anda agar lebih siap menghadapi ancaman kuman dan alergen dari dunia luar.4. Berdampak Positif pada Kesehatan Fisik dan JantungDampak memelihara anjing tidak hanya berhenti pada masalah mental, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan fisik yang vital. Kehadiran anjing membantu menurunkan tekanan darah dan menstabilkan detak jantung, serta membantu merilekskan otot-otot yang tegang setelah seharian bekerja.Sebuah studi penting pada tahun 2019 bahkan menemukan korelasi antara memiliki anjing dengan penurunan risiko kematian akibat penyakit jantung. Efek menenangkan yang mereka berikan pada sistem kardiovaskular manusia sangat nyata dan diakui secara luas oleh para ahli kesehatan di seluruh dunia.Tidur bersama anjing memperpanjang durasi manfaat fisik ini karena Anda memiliki lebih banyak waktu untuk membelai mereka dengan santai. Gerakan ritmis saat membelai perut lembut anjing saat menjelang tidur terbukti mampu menenangkan sistem pernapasan dan detak jantung pemiliknya.Oleh karena itu, jika Anda ingin menjaga kesehatan jantung dengan cara yang menyenangkan, membiarkan sahabat bulu tidur di sisi Anda adalah pilihan cerdas. Kesehatan fisik yang prima sering kali dimulai dari kedamaian yang kita rasakan saat beristirahat dengan makhluk yang kita cintai.5. Mempererat Ikatan dan Kepercayaan Antar SpesiesAnjing pada dasarnya adalah hewan berkelompok yang secara alami merasa lebih aman jika tidur bersama kawanannya, termasuk pemiliknya. Membiarkan mereka tidur di tempat tidur adalah cara paling efektif untuk memperkuat ikatan batin antara Anda dengan anjing kesayangan.Dr. Dana Varble, kepala petugas veteriner untuk Komunitas Veteriner Amerika Utara, mengatakan bahwa anjing yang diizinkan tidur di tempat tidur memiliki "tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dan ikatan yang lebih erat dengan manusia yang ada dalam hidup mereka". Hal ini menunjukkan bahwa berbagi tempat tidur adalah investasi dalam hubungan Anda."Ini adalah bukti kepercayaan yang besar dari pihak mereka," katanya.Ketika anjing memilih untuk tidur di samping Anda, mereka sedang menunjukkan penyerahan diri dan rasa percaya total terhadap keamanan yang Anda berikan, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesetiaan mereka.Jika Anda merasa hubungan dengan anjing Anda terasa jarak, mengizinkan mereka menginap semalam di kasur bisa menjadi solusi instan. Kedekatan fisik di malam hari akan diterjemahkan menjadi kedekatan emosional yang lebih kuat saat Anda berinteraksi dengan mereka di siang hari.6. Memperbaiki Perilaku Anjing di Siang HariTernyata, bukan hanya manusia yang mendapatkan dorongan oksitosin; anjing juga merasakan hal yang sama. Saat mereka dibelai dan dibiarkan tidur di samping pemiliknya, anjing merasa dicintai, aman, dan sangat bahagia, yang berdampak langsung pada stabilitas emosi mereka.Jika anjing Anda sering menunjukkan perilaku cemas, merusak barang, atau stres saat ditinggal, tidur bersama bisa menjadi solusinya. Kebersamaan di malam hari membantu menenangkan sistem saraf anjing, sehingga mereka cenderung lebih tenang dan memiliki perilaku yang lebih baik di siang hari.Untuk mendapatkan hasil terbaik, pastikan Anda juga menjaga rutinitas yang sehat, seperti mengajak mereka jalan-jalan sebelum tidur untuk membakar energi berlebih. Dengan begitu, gangguan tidur bagi Anda akan berkurang dan anjing pun bisa tidur dengan sangat pulas tanpa rasa gelisah.Menjaga konsistensi rutinitas dan kebersihan seprai adalah kunci agar berbagi tempat tidur tetap nyaman. Meskipun kadang mereka mencuri selimut, perasaan terhubung dan tenang yang didapatkan jauh lebih berharga daripada ruang kasur yang sedikit berkurang.Artikel Selengkapnya: Jawapos.com

Baca Artikel âž”
Benarkah Kucing Bisa Mengenali Namanya dan Nama Pemiliknya?
article
25 Apr 2026

Benarkah Kucing Bisa Mengenali Namanya dan Nama Pemiliknya?

KOMPAS.com - Banyak pemilik kucing merasa hewan peliharaannya "cuek" saat dipanggil. Namun, benarkah kucing tidak mengenali nama mereka sendiri atau bahkan nama pemiliknya?Menurut para ahli, kucing sebenarnya mampu mengenali dan merespons nama yang diberikan. Hanya saja, mereka tidak selalu memilih untuk menanggapi panggilan tersebut.Kucing Bisa Mengenali Nama MerekaDikutip dari PetMD, Sabtu (25/4/2026), dokter hewan Teresa Manucy menyebutkan bahwa kucing dapat membedakan nama mereka dari nama hewan lain di rumah.Kemampuan ini umumnya terbentuk dari asosiasi positif. Kucing mengaitkan namanya dengan pengalaman menyenangkan seperti diberi makan, diajak bermain, atau mendapatkan perhatian dari pemilik.Dengan kata lain, kucing bukan tidak tahu namanya, mereka hanya memilih kapan akan merespons.Apa Sebenarnya yang Didengar Kucing?Ahli perilaku hewan Lisa Radosta menjelaskan bahwa kucing adalah hewan yang sangat cerdas dan peka terhadap suara.Didukung kemampuan telinga yang bisa berputar hampir 180 derajat dan bergerak secara independen, kucing dapat menangkap berbagai suara di sekitarnya, bukan hanya nama mereka.Menariknya, kucing juga mampu mengenali suara manusia, terutama pemiliknya. Mereka dapat mengingat pola vokal yang unik dari setiap orang.Dalam sebuah studi tahun 2013 terhadap 20 kucing, para peneliti menemukan bahwa kucing dapat membedakan suara pemiliknya dari orang lain.Saat mendengar suara yang familiar, kucing cenderung mengarahkan kepala atau pandangannya ke arah sumber suara tersebut.Hal ini menjelaskan mengapa kucing sering lebih responsif terhadap pemilik dibandingkan orang asing.Nada Suara Berpengaruh Besar Bukan hanya kata-kata, nada suara juga memainkan peran penting. Kucing dapat mengaitkan nada tertentu dengan pengalaman positif atau negatif. Misalnya, nada tinggi yang diikuti dengan pemberian makanan atau camilan akan membuat kucing merespons dengan antusias. Sebaliknya, jika nada tersebut sering dikaitkan dengan pengalaman tidak menyenangkan seperti mandi atau masuk kandang, kucing bisa menghindar.Selain nama, kucing juga bisa mengenali kata-kata tertentu yang sering mereka dengar, seperti "makan", "hadiah", "masuk", atau "pergi". Kemampuan ini muncul karena kucing menggunakan petunjuk konteks. Jika suatu kata terus dihubungkan dengan aktivitas tertentu, mereka akan belajar memahami maknanya.Artike Selengkapnya: Kompas.com

Baca Artikel âž”