JIPS - Jakarta International Pet Show

JIPS PRESS & MEDIA

NEWS & MEDIA

Dapatkan kabar terkini, siaran pers resmi, serta liputan media seputar Jakarta International Pet Show (JIPS)!

Kucing Putih Hitam: Si Tuksedo Aktif, Ramah, Menggemaskan
article
23 Jun 2026

Kucing Putih Hitam: Si Tuksedo Aktif, Ramah, Menggemaskan

Kucing telinga panjang sering kali memikat hati para pecinta hewan karena penampilannya yang unik, eksotis, dan terkadang menyerupai makhluk mitologi seperti peri atau elf. Berbeda dengan ras kucing pada umumnya, kucing dengan telinga besar dan panjang memiliki pesona visual yang mencolok, yang biasanya dipadukan dengan struktur wajah berbentuk segitiga yang tegas. Daun telinga yang lebar ini bukan sekadar pajangan, melainkan hasil evolusi genetik yang memberikan banyak keuntungan fungsional bagi si anabul di alam liar.Secara anatomis, telinga kucing dikendalikan oleh sekitar 32 otot lurik, jauh lebih banyak dibandingkan manusia yang hanya memiliki 6 otot. Hal ini memungkinkan kucing telinga panjang untuk memutar telinga mereka hingga 180 derajat seperti antena parabola. Telinga yang berukuran ekstra besar ini berfungsi maksimal dalam menangkap gelombang suara frekuensi tinggi yang sangat halus, seperti suara cicitan tikus atau pergerakan serangga dari kejauhan.Selain fungsi pendengaran yang luar biasa, telinga besar dan panjang pada kucing juga berperan penting dalam termoregulasi atau pengaturan suhu tubuh. Permukaan telinga yang lebar dan tipis membantu membuang panas tubuh berlebih ke udara sekitarnya, sehingga kucing dapat tetap merasa sejuk meskipun berada di lingkungan yang panas. Inilah sebabnya banyak ras kucing eksotis yang berasal dari daerah beriklim hangat secara alami mengembangkan telinga yang berukuran besar.Sayangnya, ukuran telinga yang besar juga membuat mereka lebih rentan terhadap tumpukan kotoran, debu, infeksi bakteri, hingga serangan parasit seperti tungau telinga. Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik untuk memahami karakteristik, kebutuhan perawatan ekstra, dan potensi gangguan kesehatan yang mungkin dialami. Nah, mau tahu apa saja ras kucing telinga panjang dan bagaimana cara merawatnya dengan tepat? Berikut ulasan lengkapnya!Ciri Khas dan Kelebihan Kucing Telinga PanjangKucing dengan karakteristik telinga yang menjulang panjang memiliki beberapa kelebihan unik yang tidak dimiliki oleh kucing domestik biasa. Daun telinga (pinna) yang besar berfungsi ganda sebagai alat komunikasi visual dan indra pendengaran utama. Saat kucing telinga panjang merasa penasaran, telinga mereka akan condong ke depan. Sebaliknya, saat merasa takut atau agresif, telinganya bisa terlipat rata ke belakang (airplane ears).Kelebihan utama dari kucing berjenis ini adalah kemampuannya mendeteksi frekuensi suara hingga 64.000 Hertz, yang mana melebihi kemampuan anjing (sekitar 45.000 Hertz). Telinga yang panjang ibarat corong akustik yang memfokuskan gelombang suara langsung ke saluran telinga (meatus akustikus), sehingga mereka sangat peka terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya. Hal ini membuat mereka menjadi hewan peliharaan yang sangat waspada dan lincah.7 Ras Kucing Telinga Panjang yang Paling PopulerJika kamu tertarik memelihara kucing dengan penampilan eksotis dan telinga yang menjulang, ada beberapa ras spesifik yang bisa menjadi pilihan. Berikut adalah tujuh ras kucing telinga panjang yang paling banyak digemari di seluruh dunia:Oriental ShorthairOriental Shorthair adalah ikon sejati dari kucing telinga panjang. Berkerabat dekat dengan ras Siam, kucing ini memiliki wajah berbentuk segitiga memanjang dengan sepasang telinga raksasa yang lebar di bagian dasar dan meruncing di ujungnya. Kucing ini dikenal sangat vokal, cerdas, dan memiliki tingkat energi yang tinggi. Tubuhnya ramping dan berotot, menjadikannya pelompat yang sangat andal.AbyssinianAbyssinian merupakan salah satu ras kucing tertua yang penampilannya sering disamakan dengan kucing liar kecil. Telinganya yang besar, selalu tegak, dan sedikit mencondong ke depan membuat Abyssinian selalu terlihat waspada. Ras ini sangat aktif, senang memanjat ke tempat tinggi, dan memiliki rasa ingin tahu yang sangat besar terhadap apapun yang dilakukan pemiliknya.SavannahSebagai hasil persilangan antara kucing domestik dan kucing liar Serval asal Afrika, Savannah mewarisi telinga raksasa khas kucing liar. Telinga Savannah diposisikan tinggi di atas kepalanya dengan ujung yang membulat. Kucing ini bisa tumbuh sangat besar dan memiliki naluri berburu yang masih sangat kuat. Mereka sangat loyal dan uniknya, banyak dari kucing Savannah yang menyukai air.Devon RexDevon Rex sering dijuluki sebagai kucing “pixie” atau peri karena bentuk wajahnya yang tidak biasa. Kucing ini memiliki bulu keriting yang pendek, mata besar, dan telinga berukuran sangat lebar yang posisinya agak rendah di samping kepalanya. Sifat mereka sangat konyol, ramah, dan sangat senang berada di dekat manusia, membuatnya menjadi kucing keluarga yang ideal.Cornish RexMirip dengan Devon Rex, Cornish Rex juga memiliki bulu bergelombang dan tubuh yang ramping bak anjing Greyhound. Bedanya, telinga Cornish Rex diposisikan jauh lebih tinggi di atas kepala. Mereka adalah kucing yang tidak pernah kehabisan energi, senang bermain lempar tangkap (fetch), dan memiliki kepribadian yang selalu ceria bak anak kucing seumur hidupnya.SphynxSphynx sangat mudah dikenali karena penampilannya yang tidak memiliki bulu lebat dan kerutan di seluruh tubuh. Kucing ini memiliki telinga yang sangat besar dan lebar bak kelelawar. Karena tidak adanya bulu untuk menyaring kotoran dan debu, telinga raksasa kucing Sphynx sangat mudah kotor oleh produksi sebum dan lilin telinga, sehingga membutuhkan pembersihan rutin setiap minggunya.ChausieChausie adalah ras hibrida yang berasal dari persilangan kucing domestik dengan kucing hutan (Felis chaus). Mereka mewarisi ukuran tubuh yang besar serta telinga panjang yang sering kali memiliki “tuft” atau sejumput bulu halus di bagian ujungnya, mirip seperti telinga kucing Lynx. Kucing pelari cepat ini membutuhkan banyak stimulasi fisik dan ruang gerak yang luas.Risiko Masalah Kesehatan Telinga pada KucingTelinga yang besar ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi memberikan keunggulan pendengaran yang luar biasa, namun di sisi lain, struktur anatomi telinga panjang membuat kotoran, debu, air, dan parasit lebih mudah masuk ke saluran telinga. Jika kucing menunjukkan gejala sering menggaruk telinga secara kasar, menggelengkan kepala berulang kali, atau muncul bau tidak sedap dari area telinganya, segera lakukan konsultasi dokter hewan secara online maupun offline untuk penanganan medis yang tepat.Beberapa masalah kesehatan telinga yang rentan menyerang kucing telinga panjang antara lain:Otitis Eksterna (Infeksi Telinga Luar)Otitis eksterna adalah peradangan yang terjadi pada saluran telinga luar. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur (seperti Malassezia pachydermatis). Karena telinga kucing panjang cenderung menangkap lebih banyak kelembapan dan debu, mikroorganisme dapat berkembang biak lebih cepat. Gejalanya meliputi kemerahan di dalam daun telinga, kotoran berwarna gelap, dan rasa gatal yang hebat.Infeksi Tungau Telinga (Ear Mites)Tungau telinga (Otodectes cynotis) adalah parasit mikroskopis yang hidup di saluran telinga dan memakan lilin telinga serta sel kulit mati. Kucing yang terinfeksi akan memproduksi kotoran telinga kering berwarna hitam kecokelatan yang menyerupai bubuk kopi. Infeksi tungau sangat menular di antara hewan peliharaan dan menyebabkan gatal parah yang bisa memicu luka akibat garukan kuku kucing itu sendiri.Sunburn dan Karsinoma Sel SkuamosaBagi ras kucing telinga panjang yang bulunya sangat tipis, tidak berbulu (seperti Sphynx), atau berwarna putih pekat, paparan sinar matahari langsung yang berlebihan dapat menyebabkan kulit telinga terbakar (sunburn). Jika hal ini terjadi terus-menerus, sel-sel kulit dapat mengalami mutasi dan memicu karsinoma sel skuamosa, salah satu jenis kanker kulit yang ganas pada hewan karnivora.Hematoma AuralHematoma aural adalah kondisi pecahnya pembuluh darah kapiler di antara lapisan kulit dan tulang rawan telinga, yang menyebabkan daun telinga membengkak seperti balon berisi cairan. Kondisi ini umumnya terjadi sekunder akibat trauma trauma mekanis, seperti kucing yang menggaruk telinganya terlalu keras atau menggelengkan kepala dengan sangat kuat akibat iritasi infeksi atau gigitan tungau.Pentingnya Memeriksa Telinga KucingLakukan inspeksi visual ke dalam telinga kucing setiap 1-2 minggu sekali.Perhatikan apakah ada kotoran berwarna gelap, penumpukan lilin, atau bau busuk yang mengindikasikan infeksi.Jangan pernah menggunakan cotton bud hingga ke dalam saluran telinga karena dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam dan merusak gendang telinga.Cara Perawatan Telinga Kucing yang TepatMerawat kucing telinga panjang sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan, asalkan dilakukan dengan konsisten dan menggunakan alat yang tepat. Perawatan yang baik tidak hanya menjaga kebersihan fisik, tetapi juga melindungi organ pendengaran dari risiko penyakit yang mengancam kesejahteraan kucing.Pembersihan Telinga RutinSiapkan cairan pembersih telinga khusus kucing (ear cleanser) yang direkomendasikan dokter hewan. Teteskan secukupnya ke dalam saluran telinga, lalu pijat lembut bagian pangkal telinga selama 20-30 detik hingga terdengar suara cairan yang bercampur. Biarkan kucing menggelengkan kepalanya agar kotoran terlempar ke luar, lalu usap perlahan daun telinga menggunakan kapas wajah atau kasa steril yang lembut. Hindari bahan yang kasar agar kulit telinga tidak lecet.Pemenuhan Nutrisi Kulit dan BuluKesehatan kulit di sekitar telinga juga sangat dipengaruhi oleh nutrisi dari dalam tubuh. Asam lemak esensial seperti Omega-3 dan Omega-6 sangat penting untuk memperkuat skin barrier kulit telinga kucing. Sebagai langkah pencegahan tambahan, kamu bisa beli vitamin hewan dan suplemen secara rutin untuk memastikan kucing mendapatkan asupan gizi seimbang yang mendukung kekebalan sistem imunnya.Proteksi dari Sinar UV dan ParasitUntuk ras tanpa bulu, gunakan tabir surya (sunscreen) khusus hewan peliharaan (pet-safe) di area telinga jika kucing sering berjemur di dekat jendela. Selain itu, pastikan kucing selalu diberikan obat antiparasit (seperti obat kutu tetes tengkuk) secara berkala setiap bulannya. Obat tetes tengkuk yang komprehensif tidak hanya membasmi kutu tubuh, tetapi juga efektif mencegah infestasi tungau telinga dari lingkungan sekitar.Studi Mengenai Anatomi dan Genetik KucingJournal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa gangguan dermatologis dan otitis (infeksi telinga) merupakan salah satu alasan utama kunjungan ke klinik dokter hewan. Studi tersebut menyoroti bahwa anatomi saluran telinga hewan peliharaan sangat berbeda dengan manusia (berbentuk huruf L), sehingga akumulasi kotoran lebih mudah terjadi di bagian horizontal.Selain itu, jurnal genetik hewan juga meneliti bagaimana seleksi buatan dalam pembiakan ras murni seperti Oriental Shorthair sengaja mengisolasi gen morfologi untuk mempertahankan ukuran daun telinga yang proporsional dengan panjang wajah, sebuah temuan yang mendasari pentingnya menjaga keanekaragaman genetik ras kucing murni agar terhindar dari penyakit bawaan (herediter).Jika anabul kesayanganmu menunjukkan tanda-tanda telinga kotor, berbau, dan tidak nyaman meskipun sudah dibersihkan secara rutin, jangan biarkan masalah tersebut berlarut-larut. Infeksi yang tidak diobati dapat menjalar hingga ke telinga bagian dalam dan merusak keseimbangan tubuh kucing secara permanen.FAQApakah kucing telinga panjang lebih sering tuli?Tidak selalu. Tuli pada kucing lebih sering berkaitan dengan genetika warna bulu (seperti kucing berbulu putih murni dengan mata biru), bukan pada ukuran telinganya. Namun, jika telinga panjang tidak dirawat dan mengalami infeksi berat berulang, hal tersebut bisa memicu kerusakan gendang telinga yang berujung pada ketulian sekunder.Seberapa sering telinga kucing harus dibersihkan?Secara umum, telinga kucing sehat yang berada di dalam ruangan bisa dibersihkan sebulan sekali atau sesuai kebutuhan. Namun, untuk ras kucing seperti Sphynx, pembersihan mungkin perlu dilakukan lebih sering (1-2 minggu sekali) karena ketiadaan bulu membuat telinga mereka lebih cepat menghasilkan minyak dan kotoran.Mengapa telinga kucing saya terasa sangat panas?Telinga kucing berfungsi untuk melepaskan panas tubuh, sehingga wajar jika kadang terasa hangat saat disentuh. Namun, jika telinga terasa sangat panas yang disertai gejala lesu, tidak nafsu makan, atau hidung kering, bisa jadi kucing sedang mengalami demam dan membutuhkan penanganan medis dari dokter hewan.Bolehkah membersihkan telinga kucing dengan baby oil?Tidak disarankan. Penggunaan baby oil, alkohol, atau air biasa untuk membersihkan saluran telinga dapat mengganggu keseimbangan pH kulit di dalam telinga kucing, yang justru memicu kelembapan berlebih dan mendorong pertumbuhan jamur Malassezia. Selalu gunakan cairan pembersih telinga khusus hewan peliharaan (ear cleanser) yang diformulasikan secara medis.Artikel Selengkapnya: Halodoc

Baca Artikel âž”
Jenis Burung Peliharaan yang Mudah Dirawat untuk Pemula, Cocok Menemani Aktivitas di Rumah
article
22 Jun 2026

Jenis Burung Peliharaan yang Mudah Dirawat untuk Pemula, Cocok Menemani Aktivitas di Rumah

SUMATERAEKSPRES.ID – Hobi memelihara burung masih menjadi salah satu aktivitas favorit masyarakat Indonesia hingga Juni 2026. Berita Sumatera terbaruSelain menghadirkan suara kicauan yang menenangkan, kehadiran burung peliharaan juga mampu membuat suasana rumah terasa lebih hidup dan nyaman.Bagi pemula, memilih jenis burung yang mudah dipelihara menjadi langkah awal yang penting.Tidak semua burung membutuhkan perawatan rumit atau biaya tinggi. Beberapa jenis bahkan dikenal memiliki daya tahan tubuh yang baik, mudah beradaptasi, dan tidak memerlukan perhatian berlebihan.Salah satu burung yang banyak direkomendasikan adalah kenari. Burung mungil ini terkenal karena kicauannya yang merdu serta warna bulunya yang beragam.Perawatan kenari relatif sederhana. Pemilik hanya perlu menyediakan pakan biji-bijian berkualitas, sayuran segar, serta air minum yang selalu bersih. Kemampuan adaptasinya yang baik membuat kenari cocok bagi penghobi pemula.Pilihan lain yang tidak kalah populer adalah lovebird. Burung dengan warna bulu cerah ini memiliki karakter aktif dan mudah akrab dengan pemilik jika sering diajak berinteraksi.Selain mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang cukup terjangkau, lovebird juga tidak membutuhkan perawatan khusus. Kebersihan kandang menjadi faktor utama untuk menjaga kesehatannya.Bagi pencinta suasana tenang, burung perkutut bisa menjadi alternatif menarik. Burung ini dikenal memiliki suara khas yang lembut dan menenangkan.Kebutuhan pakannya cukup sederhana dan tidak memerlukan kandang berukuran besar. Sifatnya yang kalem membuat perkutut cocok dipelihara oleh orang yang memiliki waktu terbatas untuk merawat hewan peliharaan.Sementara itu, zebra finch atau pipit zebra menjadi salah satu jenis burung yang terkenal tangguh. Berita Sumatera terbaruBurung kecil asal Australia ini mudah beradaptasi dengan lingkungan baru dan memiliki tingkat reproduksi yang cukup baik.Dengan pakan utama berupa biji-bijian serta tambahan sayuran, zebra finch dapat tumbuh sehat meski dipelihara di area yang tidak terlalu luas.Untuk pemilik yang menginginkan burung interaktif, parkit layak dipertimbangkan. Burung ini dikenal cerdas dan mampu menirukan suara tertentu apabila dilatih secara konsisten. Selain memiliki penampilan menarik berkat warna bulunya yang cerah, parkit juga memiliki usia hidup yang cukup panjang jika dirawat dengan baik.Meski termasuk kategori burung yang mudah dipelihara, kebutuhan dasar tetap harus diperhatikan.Kebersihan kandang perlu dijaga secara rutin guna mencegah munculnya bakteri maupun jamur yang dapat mengganggu kesehatan burung. Air minum harus diganti setiap hari, sementara paparan sinar matahari pagi juga penting untuk membantu menjaga kebugaran tubuhnya.Penghobi burung berpengalaman juga menyarankan agar pemula tidak langsung memelihara banyak burung sekaligus. Memulai dari satu atau dua ekor dapat membantu memahami karakter, pola makan, hingga kebutuhan perawatan setiap jenis burung sebelum menambah koleksi.Selain itu, kualitas pakan menjadi faktor yang tidak boleh diabaikan. Nutrisi yang seimbang akan mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta membuat burung lebih aktif. Pemberian buah dan sayuran sebagai makanan tambahan juga dapat menjadi pelengkap kebutuhan gizinya.Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari, memelihara burung kini tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga sarana relaksasi yang efektif. Kicauan burung mampu menghadirkan ketenangan dan membantu mengurangi stres. Dengan memilih jenis yang mudah dirawat seperti kenari, lovebird, perkutut, zebra finch, maupun parkit, pemula dapat menikmati pengalaman memelihara burung dengan lebih nyaman dan menyenangkan.Artikel Selengkapnya: Sumatera Ekspres

Baca Artikel âž”
Studi Membuktikan Musik Klasik Bisa Membuat Hewan Peliharaan Lebih Tenang
article
17 Jun 2026

Studi Membuktikan Musik Klasik Bisa Membuat Hewan Peliharaan Lebih Tenang

HARIAN DISWAY - Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis musik tertentu, terutama musik klasik dan instrumental, dapat membantu menenangkan hewan peliharaan.Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Serenity Strull, editor foto BBC. Di kediamannya, ia mengadopsi seekor anjing campuran pitbull berusia tiga tahun. Namanya Margot. Hewan itu memiliki masalah kecemasan.Margot sebelumnya pernah mengonsumsi obat antikecemasan. Namun, pengobatan tersebut menimbulkan efek samping. Anjing itu mengalami kejang. Sehingga pengobatan tersebut dihentikan. Setelah mencoba berbagai metode tanpa hasil, Strull menemukan fakta menarik. Suatu hari, ia memutar musik klasik dan instrumental.Musik tersebut tanpa ritme perkusi yang kuat. Dan hasilnya justru memberikan perubahan nyata bagi Margot.Salah satu rekomendasi yang diterimanya adalah program musik Through a Dog’s Ear. Yakni kumpulan komposisi bertempo lambat. Didominasi piano. Dirancang khusus untuk membantu mengurangi stres pada anjing.Program tersebut dikembangkan oleh Joshua Leeds, pakar psikoakustik. Ia mempelajari persepsi suara bersama Susan Wagner, ahli saraf veteriner. Dalam pengamatan terhadap lebih dari 150 anjing di rumah dan kennel, terdapat fakta unik. Bahwa lebih dari 70 persen anjing di kennel dan sekitar 80 persen anjing peliharaan menunjukkan penurunan gejala kecemasan.Setelah mendengarkan musik berbasis piano, mereka tak lagi mondar-mandir, gemetar, dan terengah-engah.Strull menyebut perubahan perilaku Margot terlihat hampir seketika. Ia melihatnya langsung melalui kamera pengawas rumah. Sebelumnya, anjing tersebut sering menggonggong saat ditinggal sendirian. Kini, Margot lebih sering tertidur dengan tenang. Ia ditemani alunan karya Johannes Brahms atau Ludwig van Beethoven.Temuan serupa juga muncul dari penelitian Queen’s University Belfast. Studi tersebut membandingkan efek musik klasik, buku audio, dan kondisi tanpa suara terhadap anjing. Hasilnya menunjukkan bahwa musik klasik memiliki efek menenangkan yang signifikan. Terutama dalam situasi yang memicu stres. Seperti perjalanan jauh dengan mobil atau kunjungan ke dokter hewan.Namun, tidak semua musik klasik memberikan dampak yang sama. Peneliti menemukan satu hal penting.Bahwa musik dengan tempo lambat, sekitar 50-60 ketukan per menit, aransemen sederhana, serta minim unsur perkusi merupakan pilihan paling efektif.Menurut Deborah Wells, peneliti perilaku hewan sekaligus salah seorang penulis studi tersebut, kemungkinan ada karakter alami dari musik itu.Karakter tersebut memicu pelepasan senyawa kimia di otak. Sehingga menciptakan kondisi emosional yang lebih nyaman.Penelitian Wells juga menunjukkan manfaat serupa pada satwa lain. Gajah dan gorila di kebun binatang.Mereka diperdengarkan musik. Kemudian menunjukkan perilaku yang lebih tenang, penurunan agresivitas, serta peningkatan pola makan dan kualitas tidur.Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa kemampuan pendengaran hewan sangat berbeda dengan manusia.Anjing dapat mendengar frekuensi hingga sekitar 65.000 hertz. Sementara kucing bahkan mampu menangkap suara hingga sekitar 79.000 hertz.Studi terhadap kucing memang masih terbatas. Tetapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik klasik juga memberikan efek relaksasi. Penelitian tersebut memperdengarkan pada kucing beberapa jenis musik ketika menjalani prosedur steril.Komposisi klasik menunjukkan laju pernapasan dan detak jantung yang lebih rendah dibanding jenis musik lain.Selain musik klasik, terdapat genre seperti reggae dan soft rock dengan ritme sederhana dan tempo pelan.Genre itu juga mampu membuat anjing lebih rileks di lingkungan penampungan. Pada kucing, musik instrumental dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi atau rendah, seperti piano, flute, dan instrumen gesek, juga menunjukkan hasil positif.Sebaliknya, buku audio yang diperkirakan dapat menenangkan ternyata tidak memberikan efek serupa bagi hewan.Dalam studi tahun 2022 terhadap 60 anjing, sebagian besar hewan hanya memperhatikan sumber suara. Tapi tanpa menunjukkan perilaku santai seperti saat mendengarkan musik.Meski banyak hasil penelitian yang mendukung manfaat musik bagi hewan, para ahli mengingatkan bahwa efeknya tidak bersifat universal. Sebagian besar studi masih berskala kecil. Dan dilakukan di lingkungan yang memang penuh tekanan. Seperti rumah sakit hewan atau tempat penampungan.Karena itu, pemilik hewan disarankan mencoba beberapa jenis musik. Lalu mengamati respons masing-masing hewan peliharaan. Bagi sebagian hewan, menemukan suara yang tepat mungkin membutuhkan proses coba-coba. Tetapi hasilnya bisa memberikan perubahan yang signifikan. (*)Artikel Selengkapnya: Harian Disway

Baca Artikel âž”
Dog Community Gathering Satukan Komunitas Pencinta Anjing Jelang Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026
press-release
15 Jun 2026

Dog Community Gathering Satukan Komunitas Pencinta Anjing Jelang Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026

Jakarta, 15 Juni 2026 – Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 berkolaborasi dengan Bravery menghadirkan Dog Community Gathering: Beach Bark Bash yang berlangsung di Rolland's Café and Meets, Community Park PIK 2. Suasana hangat dan penuh keceriaan pun mewarnai acara yang menjadi salah satu rangkaian menuju JIPS 2026 tersebut.Dalam kegiatan bertema "Sun, Sand, and Wagging Tails" ini, para pemilik anjing bersama hewan peliharaan mereka menikmati berbagai aktivitas interaktif, mulai dari permainan bersama, sesi foto, hingga Sunset Chill Session yang menjadi momen berkumpul dan berbagi pengalaman bagi sesama pecinta anabul.Antusiasme yang terlihat selama kegiatan tersebut menjadi gambaran semakin berkembangnya komunitas dan gaya hidup pet-friendly di Indonesia. Hal ini juga tercermin dalam meningkatnya kebutuhan akan produk dan layanan untuk hewan peliharaan, serta aktivitas yang mempererat interaksi antara hewan peliharaan dan pemiliknya.Beragam aktivitas yang mengedepankan interaksi antara hewan peliharaan dan pemiliknya akan menjadi bagian dari pengalaman yang ditawarkan JIPS 2026 pada 3–5 Juli mendatang. Pengunjung yang datang bersama anabulnya dapat mengikuti Fun Dog Agility dan Ninja Dog Warrior, dua program interaktif yang dirancang untuk mempererat kedekatan antara hewan peliharaan dan pemiliknya melalui berbagai tantangan yang seru.Kolaborasi bersama Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) turut menjadi salah satu daya tarik melalui simulasi K9, sesi edukasi, konsultasi dengan dokter hewan, hingga bertemu langsung dengan anjing-anjing K9 dan kuda polisi. Ditpolsatwa juga menghadirkan kampanye Paw Patrol yang dikemas secara ringan dan interaktif untuk mengingatkan pengunjung mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama di area pameran, termasuk penggunaan popok bagi hewan peliharaan sesuai ketentuan yang berlaku.Tidak hanya menghadirkan berbagai program untuk pencinta anjing, JIPS 2026 juga membuka ruang bagi penggemar hewan peliharaan lainnya untuk mengenal lebih dekat beragam jenis satwa dan komunitas yang ada di Indonesia. Bersama Reptile Club, pengunjung dapat menyaksikan Varanus Agility yang menampilkan kelincahan biawak dalam melewati sejumlah rintangan. Sementara itu, Morphvolution yang digelar bersama Reptvolution menjadi wadah bagi komunitas reptil, breeder, dan pecinta hewan untuk berbagi pengetahuan serta mengenal lebih dekat berbagai jenis gecko dalam suasana yang interaktif dan edukatif.Keragaman pengalaman tersebut juga hadir melalui Eduground KPSGI yang menghadirkan area bermain sugar glider dengan konsep menyerupai aviary, sehingga pengunjung dapat mengamati aktivitas satwa secara lebih dekat. Selain itu, JIPS 2026 turut menghadirkan Cat Warrior, AK9 Dog Training, Rabbit Competition, Merpati Hias, serta berbagai sesi talkshow yang membahas perawatan hewan, kesehatan, hingga tren terbaru di dunia hewan peliharaan.Pengalaman tersebut semakin lengkap dengan kehadiran Museum of Cats & Exotic Animals dari Radhiyan Pet and Care yang mengajak pengunjung mengenal lebih dekat berbagai jenis kucing dan hewan unik. Selain itu, tersedia pula layanan klinik hewan yang menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis, cek golongan darah, hingga sterilisasi dengan kuota terbatas sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran akan kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan. Tak hanya itu, masih banyak ragam hewan peliharaan lainnya yang dapat dijumpai pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan JIPS 2026, menjadikan pameran ini sebagai ruang untuk mengenal dunia hewan secara lebih luas dan beragam."Melihat antusiasme yang ditunjukkan para peserta Beach Bark Bash, kami optimistis JIPS 2026 dapat menjadi ruang yang tidak hanya mempertemukan pelaku industri dan komunitas, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga. Kami ingin masyarakat dapat mengenal dunia hewan secara lebih dekat sekaligus mendorong kepemilikan hewan peliharaan yang bertanggung jawab," ujar General Manager Mavic Dyandra International, Bunga Swastika Putri.Jakarta International Pet Show (JIPS) 2026 akan berlangsung pada 3–5 Juli 2026 di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), PIK 2. Mengusung konsep pameran hewan peliharaan yang lebih beragam, JIPS 2026 akan mempertemukan komunitas, pelaku industri, serta masyarakat umum dalam satu event hewan peliharaan yang edukatif, interaktif, dan ramah keluarga.Beragam program dan pengalaman interaktif tersebut dapat dinikmati oleh pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan JIPS 2026. Tiket masuk sudah dapat diperoleh dengan harga Rp 25.000 melalui situs resmi JIPS 2026. Informasi lebih lanjut mengenai program, kompetisi, dan pembelian tiket dapat diakses melalui akun Instagram resmi @jips_id serta situs resmi jakartainternationalpetshow.co.id.

Baca Artikel âž”
Ketahui Manfaat Hewan Peliharaan Bagi Lingkungan
article
12 Jun 2026

Ketahui Manfaat Hewan Peliharaan Bagi Lingkungan

Hubungan antara manusia dan hewan telah terjalin selama ribuan tahun, berkembang dari sekadar hubungan fungsional menjadi ikatan emosional yang sangat mendalam. Kehadiran hewan, baik itu hewan peliharaan di rumah maupun hewan di alam liar, memberikan dampak yang signifikan bagi kesejahteraan manusia. Banyak orang menganggap hewan peliharaan sebagai anggota keluarga sendiri, dan secara ilmiah, hal ini terbukti memberikan berbagai keuntungan bagi kesehatan tubuh dan pikiran.Interaksi dengan hewan diketahui dapat memicu perubahan biokimia dalam otak manusia. Saat kamu membelai kucing atau bermain dengan anjing, tubuh melepaskan hormon oksitosin yang sering disebut sebagai hormon kasih sayang. Di sisi lain, kadar kortisol atau hormon stres akan menurun secara alami. Dampak positif ini menjadikan hewan bukan sekadar teman bermain, melainkan juga bagian dari terapi pendukung untuk berbagai kondisi kesehatan, mulai dari kecemasan hingga pemulihan pasca trauma.Penting untuk disadari bahwa manfaat hewan tidak hanya dirasakan secara psikologis, tetapi juga secara fisik. Memelihara hewan mendorong gaya hidup yang lebih aktif dan disiplin. Namun, terkadang interaksi dengan hewan juga memerlukan kesiapan kesehatan, seperti menjaga daya tahan tubuh atau menangani alergi ringan yang mungkin muncul. Jika kamu mengalami gejala alergi atau keluhan kesehatan lainnya setelah berinteraksi dengan hewan, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.Nah, mau tahu apa saja manfaat luar biasa dari kehadiran hewan di sekitar kita? Mari kita bahas secara mendalam mengenai berbagai aspek positif yang bisa kamu dapatkan dari teman berbulu maupun ekosistem hewan secara umum!Manfaat Hewan untuk Kesehatan MentalKesehatan mental merupakan salah satu aspek yang paling banyak mendapatkan dampak positif dari keberadaan hewan. Dalam dunia medis, dikenal istilah Animal-Assisted Therapy (AAT) yang menggunakan hewan untuk membantu pasien mengatasi berbagai gangguan psikologis. Hewan memberikan dukungan emosional yang tanpa syarat (unconditional support), yang terkadang sulit didapatkan dari sesama manusia.1. Mengurangi Stres dan KecemasanInteraksi fisik dengan hewan peliharaan, seperti membelai bulu halus kucing atau anjing, dapat menurunkan tekanan darah secara instan. Aktivitas sederhana ini membantu sistem saraf parasimpatik untuk bekerja lebih aktif, sehingga tubuh menjadi lebih rileks. Hal ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang memiliki tingkat stres tinggi akibat pekerjaan atau tekanan hidup sehari-hari.2. Mengatasi Rasa KesepianBagi mereka yang tinggal sendirian atau merasa terisolasi secara sosial, hewan memberikan kehadiran yang nyata. Hewan peliharaan sering kali menjadi pendengar yang baik tanpa menghakimi. Rasa memiliki dan dibutuhkan oleh makhluk lain dapat memberikan tujuan hidup baru bagi seseorang, yang merupakan faktor kunci dalam mencegah depresi.3. Meningkatkan Kepercayaan DiriMemelihara hewan menuntut tanggung jawab yang rutin, seperti memberi makan, memandikan, dan mengajak jalan-jalan. Keberhasilan dalam merawat makhluk hidup lain dapat meningkatkan rasa kompetensi dan kepercayaan diri seseorang. Hal ini sering kali berdampak positif pada cara individu tersebut memandang dirinya sendiri dalam lingkungan sosial.Manfaat Hewan untuk Kesehatan FisikSecara tidak langsung, memiliki hewan peliharaan memaksa kita untuk bergerak lebih banyak. Manfaat fisik ini sangat krusial dalam pencegahan penyakit tidak menular yang umum terjadi di masyarakat modern.1. Meningkatkan Aktivitas FisikPemilik anjing, misalnya, memiliki kewajiban untuk mengajak hewan mereka berjalan-jalan setiap hari. Aktivitas jalan cepat selama 30 menit setiap pagi atau sore hari sudah memenuhi standar aktivitas fisik minimal yang disarankan oleh pakar kesehatan. Hal ini membantu menjaga berat badan ideal dan meningkatkan kesehatan kardiovaskular.2. Menurunkan Risiko Penyakit JantungBeberapa penelitian menunjukkan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan. Kombinasi antara aktivitas fisik yang meningkat dan tingkat stres yang lebih rendah berkontribusi langsung pada kesehatan jantung yang lebih baik.3. Memperkuat Sistem ImunMeskipun terdengar kontradiktif, paparan terhadap bulu atau bakteri ringan dari hewan sejak usia dini justru dapat membantu sistem kekebalan tubuh menjadi lebih kuat. Hal ini dikenal sebagai “hipotesis higiene”, di mana lingkungan yang terlalu bersih justru membuat sistem imun kurang terlatih menghadapi alergen di kemudian hari.Tips Menjaga Kesehatan Saat Memelihara HewanPastikan hewan peliharaan mendapatkan vaksinasi lengkap dan rutin kontrol ke dokter hewan.Jaga kebersihan kandang dan area bermain untuk mencegah penularan zoonosis (penyakit dari hewan ke manusia).Selalu cuci tangan setelah menyentuh hewan atau membersihkan kotorannya.Manfaat Hewan bagi Tumbuh Kembang AnakHewan peliharaan dapat menjadi guru terbaik bagi anak-anak dalam mempelajari nilai-nilai kehidupan yang fundamental.1. Belajar Empati dan Tanggung JawabMelalui interaksi dengan hewan, anak-anak belajar memahami kebutuhan makhluk lain yang tidak bisa berbicara. Mereka belajar bahwa hewan bisa merasa lapar, sakit, atau sedih. Mengajarkan anak untuk memberi makan hewan secara teratur juga merupakan langkah awal yang baik untuk menanamkan rasa tanggung jawab sejak dini.2. Mendukung Perkembangan Kognitif dan BahasaAnak kecil sering kali mengajak hewan peliharaan mereka berbicara. Aktivitas ini, meskipun terlihat sederhana, membantu anak dalam mempraktikkan keterampilan bahasa dan ekspresi emosional tanpa rasa takut salah. Hewan menjadi partner bicara yang sabar dan mendukung proses belajar anak.Manfaat Hewan untuk LansiaBagi kelompok lansia, hewan peliharaan dapat menjadi teman masa tua yang sangat berharga dalam menjaga kesehatan mental dan kognitif.1. Menjaga Ketajaman PikiranRutinitas merawat hewan memberikan stimulasi mental yang konsisten. Memperhatikan jadwal makan, kebersihan, dan perilaku hewan membantu lansia tetap fokus dan waspada terhadap detail lingkungan sekitarnya.2. Memberikan Rasa Aman dan PersahabatanBanyak lansia merasa lebih aman di rumah dengan kehadiran hewan peliharaan yang waspada terhadap suara asing. Selain itu, hewan membantu mengurangi perasaan “sarang kosong” (empty nest syndrome) ketika anak-anak sudah tumbuh dewasa dan meninggalkan rumah.Studi Mengenai Hubungan Manusia dan HewanNational Institutes of Health (NIH) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa interaksi dengan hewan dapat menurunkan kadar kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) dan menurunkan tekanan darah. Studi ini juga menemukan bahwa hewan dapat mengurangi rasa kesepian, meningkatkan dukungan sosial, dan meningkatkan suasana hati secara keseluruhan.Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Human Animal Bond Research Institute (HABRI) menunjukkan bahwa 80% pemilik hewan peliharaan merasa bahwa hewan mereka membuat mereka merasa tidak terlalu kesepian. Temuan ini menegaskan betapa pentingnya peran hewan dalam sistem pendukung kesehatan mental masyarakat modern, terutama di area perkotaan yang padat.Artikel Selengkapnya: Halodoc.com

Baca Artikel âž”
Cara Traveling dengan Hewan Peliharaan 2026: Panduan Lengkap Liburan Bersama Anabul
article
10 Jun 2026

Cara Traveling dengan Hewan Peliharaan 2026: Panduan Lengkap Liburan Bersama Anabul

Semakin banyak wisatawan yang memilih membawa hewan peliharaan dalam perjalanan daripada meninggalkan mereka di rumah. Tren ini berkembang pesat secara global, didorong oleh meningkatnya jumlah hotel, maskapai, dan aplikasi perjalanan yang ramah hewan peliharaan. Namun traveling dengan hewan peliharaan — terutama ke luar negeri — memerlukan persiapan yang matang. Panduan ini mencakup semua yang perlu kamu siapkan untuk merencanakan perjalanan yang lancar, aman, dan menyenangkan bersama anjing, kucing, atau hewan peliharaan lainnya.Langkah 1: Pilih Moda Transportasi yang TepatFondasi dari setiap rencana perjalanan dengan hewan peliharaan adalah transportasi. Perjalanan darat umumnya adalah pilihan paling mudah dan paling ramah hewan peliharaan — kamu mengontrol tempo, bisa berhenti setiap dua hingga tiga jam untuk jalan-jalan dan minum, dan hewan peliharaanmu selalu bersamamu. Kandang yang terpasang dengan aman atau sistem pengekang hewan peliharaan yang dirancang khusus menjaga keamanan hewan di dalam mobil.Terbang dengan hewan peliharaan membutuhkan riset sebelum memesan tiket. Setiap maskapai memiliki kebijakan sendiri tentang ukuran, ras, dan penempatan hewan peliharaan — di kabin di bawah kursi, atau di bagasi sebagai bagasi terdaftar atau kargo. Anjing dan kucing kecil di bawah sekitar 8kg biasanya bisa bepergian di kabin di sebagian besar maskapai. Anjing yang lebih besar harus bepergian sebagai bagasi terdaftar atau kargo. Beberapa ras — terutama anjing berwajah datar seperti bulldog dan pug — menghadapi pembatasan atau larangan penuh di banyak maskapai. Selalu verifikasi kebijakan hewan peliharaan maskapai terkini sebelum membeli tiket. Platform tiket pesawat Traveloka memudahkan perbandingan dan pemesanan penerbangan di seluruh maskapai Asia Tenggara.Langkah 2: Siapkan Dokumen Kesehatan Hewan PeliharaanUntuk perjalanan domestik di Indonesia, catatan vaksinasi terkini dan identifikasi — microchip dan tag kalung — umumnya sudah cukup. Untuk perjalanan internasional, persyaratannya jauh lebih kompleks. Sebagian besar negara memerlukan sertifikat kesehatan yang dikeluarkan oleh dokter hewan berlisensi dalam 10 hari sebelum keberangkatan, yang mengonfirmasi hewan peliharaanmu sehat dan vaksinasinya terkini, khususnya rabies. Banyak negara memiliki persyaratan karantina khusus untuk hewan yang masuk — beberapa yang paling ketat termasuk Australia, Selandia Baru, Jepang, Singapura, dan Inggris — dan ini harus diteliti dan disiapkan berbulan-bulan sebelumnya, bukan berhari-hari. Hubungi kedutaan negara tujuan atau otoritas veteriner resmi untuk persyaratan terkini.Langkah 3: Temukan Akomodasi Ramah Hewan PeliharaanHotel ramah hewan peliharaan lebih banyak tersedia dari yang banyak wisatawan kira, tetapi ketersediaannya sangat bervariasi berdasarkan destinasi, jenis properti, dan ukuran hewan. Di Asia Tenggara, area resor seperti Seminyak dan Canggu di Bali telah mengembangkan budaya perhotelan ramah hewan peliharaan yang cukup berkembang, dengan kafe pantai, restoran dengan kursi outdoor yang menyambut anjing, dan semakin banyak villa butik yang secara eksplisit ramah hewan. Saat mencari akomodasi, filter khusus properti ramah hewan, baca syarat dan ketentuan batas berat dan ras, dan periksa apakah ada area khusus untuk hewan. Platform hotel Traveloka memungkinkan pencarian dan perbandingan properti di seluruh Asia Tenggara.Langkah 4: Siapkan Kit Perjalanan untuk Hewan PeliharaanHewan peliharaan yang bepergian membutuhkan banyak hal yang sama seperti manusia — kenyamanan yang familiar, rutinitas yang konsisten, dan semua yang mereka butuhkan untuk tetap sehat dan nyaman jauh dari rumah. Kit perjalanan hewan peliharaan yang praktis mencakup makanan dan mangkuk air portabel; persediaan makanan reguler hewan peliharaanmu yang cukup; selimut atau mainan familiar untuk kenyamanan; obat-obatan rutin yang berlabel jelas; kantong kotoran; tali dan harness; dokumentasi kesehatan hewan peliharaan dalam folder kedap air; dan foto terbaru yang jelas untuk identifikasi jika terpisah. Pertahankan rutinitas hewan peliharaanmu — waktu makan, waktu jalan-jalan — konsisten selama perjalanan.Langkah 5: Pilih Destinasi yang Ramah Hewan PeliharaanDi Asia Tenggara, resort area seperti Canggu dan Seminyak di Bali memiliki kultur yang cukup ramah anjing, dengan banyak kafe outdoor dan villa yang menerima hewan peliharaan. Destinasi urban seperti Singapura, Bangkok, dan Kuala Lumpur memiliki infrastruktur veteriner yang sangat baik — pertimbangan penting jika hewan peliharaanmu membutuhkan perawatan saat di luar negeri. Untuk travel berbasis alam, taman nasional dan area rekreasi outdoor bervariasi dalam kebijakan hewan peliharaan; selalu verifikasi apakah hewan peliharaan diizinkan sebelum merencanakan trek. Jelajahi akomodasi dan tempat wisata ramah hewan peliharaan melalui Traveloka untuk perjalanan berikutmu.Artkel Selengkapnya: Traveloka.com

Baca Artikel âž”