JIPS - Jakarta International Pet Show

Back to News
article

17 Jun 2026

Studi Membuktikan Musik Klasik Bisa Membuat Hewan Peliharaan Lebih Tenang

Studi Membuktikan Musik Klasik Bisa Membuat Hewan Peliharaan Lebih Tenang

HARIAN DISWAY - Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jenis musik tertentu, terutama musik klasik dan instrumental, dapat membantu menenangkan hewan peliharaan.

Pengalaman itu dirasakan langsung oleh Serenity Strull, editor foto BBC. Di kediamannya, ia mengadopsi seekor anjing campuran pitbull berusia tiga tahun. Namanya Margot. Hewan itu memiliki masalah kecemasan.

Margot sebelumnya pernah mengonsumsi obat antikecemasan. Namun, pengobatan tersebut menimbulkan efek samping. Anjing itu mengalami kejang. Sehingga pengobatan tersebut dihentikan. 

Setelah mencoba berbagai metode tanpa hasil, Strull menemukan fakta menarik. Suatu hari, ia memutar musik klasik dan instrumental.

Musik tersebut tanpa ritme perkusi yang kuat. Dan hasilnya justru memberikan perubahan nyata bagi Margot.

Salah satu rekomendasi yang diterimanya adalah program musik Through a Dog’s Ear. Yakni kumpulan komposisi bertempo lambat. Didominasi piano. Dirancang khusus untuk membantu mengurangi stres pada anjing.

Program tersebut dikembangkan oleh Joshua Leeds, pakar psikoakustik. Ia mempelajari persepsi suara bersama Susan Wagner, ahli saraf veteriner. 

Dalam pengamatan terhadap lebih dari 150 anjing di rumah dan kennel, terdapat fakta unik. Bahwa lebih dari 70 persen anjing di kennel dan sekitar 80 persen anjing peliharaan menunjukkan penurunan gejala kecemasan.

Setelah mendengarkan musik berbasis piano, mereka tak lagi mondar-mandir, gemetar, dan terengah-engah.

Strull menyebut perubahan perilaku Margot terlihat hampir seketika. Ia melihatnya langsung melalui kamera pengawas rumah. 

Sebelumnya, anjing tersebut sering menggonggong saat ditinggal sendirian. Kini, Margot lebih sering tertidur dengan tenang. Ia ditemani alunan karya Johannes Brahms atau Ludwig van Beethoven.

Temuan serupa juga muncul dari penelitian Queen’s University Belfast. Studi tersebut membandingkan efek musik klasik, buku audio, dan kondisi tanpa suara terhadap anjing. 

Hasilnya menunjukkan bahwa musik klasik memiliki efek menenangkan yang signifikan. Terutama dalam situasi yang memicu stres. Seperti perjalanan jauh dengan mobil atau kunjungan ke dokter hewan.

Namun, tidak semua musik klasik memberikan dampak yang sama. Peneliti menemukan satu hal penting.

Bahwa musik dengan tempo lambat, sekitar 50-60 ketukan per menit, aransemen sederhana, serta minim unsur perkusi merupakan pilihan paling efektif.

Menurut Deborah Wells, peneliti perilaku hewan sekaligus salah seorang penulis studi tersebut, kemungkinan ada karakter alami dari musik itu.

Karakter tersebut memicu pelepasan senyawa kimia di otak. Sehingga menciptakan kondisi emosional yang lebih nyaman.

Penelitian Wells juga menunjukkan manfaat serupa pada satwa lain. Gajah dan gorila di kebun binatang.

Mereka diperdengarkan musik. Kemudian menunjukkan perilaku yang lebih tenang, penurunan agresivitas, serta peningkatan pola makan dan kualitas tidur.

Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa kemampuan pendengaran hewan sangat berbeda dengan manusia.

Anjing dapat mendengar frekuensi hingga sekitar 65.000 hertz. Sementara kucing bahkan mampu menangkap suara hingga sekitar 79.000 hertz.

Studi terhadap kucing memang masih terbatas. Tetapi sebuah penelitian menunjukkan bahwa musik klasik juga memberikan efek relaksasi. 

Penelitian tersebut memperdengarkan pada kucing beberapa jenis musik ketika menjalani prosedur steril.

Komposisi klasik menunjukkan laju pernapasan dan detak jantung yang lebih rendah dibanding jenis musik lain.

Selain musik klasik, terdapat genre seperti reggae dan soft rock dengan ritme sederhana dan tempo pelan.

Genre itu juga mampu membuat anjing lebih rileks di lingkungan penampungan. Pada kucing, musik instrumental dengan frekuensi yang tidak terlalu tinggi atau rendah, seperti piano, flute, dan instrumen gesek, juga menunjukkan hasil positif.

Sebaliknya, buku audio yang diperkirakan dapat menenangkan ternyata tidak memberikan efek serupa bagi hewan.

Dalam studi tahun 2022 terhadap 60 anjing, sebagian besar hewan hanya memperhatikan sumber suara. Tapi tanpa menunjukkan perilaku santai seperti saat mendengarkan musik.

Meski banyak hasil penelitian yang mendukung manfaat musik bagi hewan, para ahli mengingatkan bahwa efeknya tidak bersifat universal. 

Sebagian besar studi masih berskala kecil. Dan dilakukan di lingkungan yang memang penuh tekanan. Seperti rumah sakit hewan atau tempat penampungan.

Karena itu, pemilik hewan disarankan mencoba beberapa jenis musik. Lalu mengamati respons masing-masing hewan peliharaan. 

Bagi sebagian hewan, menemukan suara yang tepat mungkin membutuhkan proses coba-coba. Tetapi hasilnya bisa memberikan perubahan yang signifikan. (*)


Artikel Selengkapnya: Harian Disway